Sebuah video yang beredar viral di media sosial menarasikan bahwa komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) merupakan bagian dari rencana “elit global” untuk menjalankan agenda depopulasi di Indonesia. Dalam unggahan tersebut, disebutkan modusnya dilakukan dengan mengubah orientasi seksual masyarakat melalui makanan, obat-obatan, dan vaksin, serta adanya pendanaan terhadap 37 organisasi di Indonesia untuk mendukung LGBTQ.
Namun, klaim yang menuding LGBTQ sebagai agenda depopulasi elit global dinyatakan sebagai hoaks. Berdasarkan rujukan yang dikutip dari tempo.co pada Kamis (2/7/26), Asosiasi Psikologi Amerika menyebut orientasi seksual dipengaruhi oleh faktor kompleks yang melibatkan aspek genetik, hormonal, perkembangan, sosial, dan budaya.
Rujukan itu juga menegaskan belum ada temuan ilmiah yang menyimpulkan bahwa orientasi seksual ditentukan oleh satu faktor tunggal. Akademikus sekaligus pendiri GAYa Nusantara, Dede Oetomo, menilai narasi yang menyatakan orientasi seksual dapat dipengaruhi melalui makanan, obat-obatan, dan vaksin sebagai klaim yang tidak berdasar.