BERITA TERKINI
Industri Jamu Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi, Didukung Tren Masyarakat Makin Sadar Kesehatan

Industri Jamu Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi, Didukung Tren Masyarakat Makin Sadar Kesehatan

JAKARTA — Pandemi Covid-19 disebut telah menggeser perilaku dan pola hidup masyarakat menjadi lebih sadar kesehatan. Perubahan ini dinilai membuka prospek yang semakin baik bagi industri jamu lokal, baik di pasar domestik maupun pasar global.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap mampu tumbuh di tengah pandemi, meski perekonomian Indonesia mengalami kontraksi pada kuartal II/2020.

Pertumbuhan industri pada kuartal II/2020

Menurut Agus, pada kuartal II/2020 industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tercatat tumbuh 8,65% dibanding kuartal II/2019. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah webinar pada Selasa (15/9/2020).

“Kami melihat industri jamu Indonesia dapat menghadapi tantangan dan menggunakan peluang yang ada,” ujar Agus.

Dampak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja

Agus menambahkan, industri jamu dinilai memiliki efek pengganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi, mulai dari sektor hulu hingga hilir, termasuk perdagangan. Ia juga menyebut industri ini berperan penting dalam perekonomian nasional dengan menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja.

Selain itu, Agus menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya industri jamu tumbuh di atas 6%, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.