BERITA TERKINI
Gospel Dream Choir Siap Gelar Rangkaian Konser Gospel Afro-Amerika di Gereja-Gereja Bersejarah Paris pada Oktober 2026

Gospel Dream Choir Siap Gelar Rangkaian Konser Gospel Afro-Amerika di Gereja-Gereja Bersejarah Paris pada Oktober 2026

Gospel Dream Choir akan menggelar rangkaian konser di sejumlah gereja bersejarah di Paris pada Oktober 2026. Pertunjukan ini menghadirkan pengalaman musik gospel yang berakar pada tradisi Gereja Afro-Amerika, dengan tema yang menonjolkan harapan, persatuan, dan ketahanan.

Rangkaian konser dijadwalkan berlangsung di beberapa kawasan ikonik di pusat kota, termasuk area Champs-Elysées, La Madeleine, Saint-Michel, dan St Germain des Prés. Konser-konser tersebut digelar di bangunan gereja yang dikenal sebagai bagian dari lanskap arsitektur Paris, tidak jauh dari sejumlah penanda kota seperti Opéra, Concorde, Arc de Triomphe, maupun Menara Eiffel.

Menurut keterangan penyelenggara, Gospel Dream telah berkarya selama lebih dari 30 tahun dengan misi merayakan kehidupan, harapan, dan persatuan melalui musik gospel. Mereka menekankan bahwa setiap konser dirancang sebagai pengalaman yang imersif, menghadirkan suasana kebersamaan melalui kekuatan vokal serta energi khas nyanyian gospel.

Gospel Dream terdiri dari sekitar dua puluh penyanyi profesional yang berasal dari Afrika, Karibia, dan Amerika. Di atas panggung, para anggota paduan suara tampil dengan busana bernuansa ungu muda dan membawakan lagu-lagu tradisional maupun kontemporer, di antaranya “Amazing Grace”, “Go Down Moses”, “This Little Light of Mine”, dan “Oh Happy Day”. Repertoar tersebut dibawakan di bawah lengkungan besar gereja-gereja Paris yang menjadi lokasi konser.

Kelompok ini disebut didirikan lebih dari tiga puluh lima tahun lalu oleh Alain Ajavon, yang berasal dari Togo dan Benin. Kisah awal Gospel Dream juga dikaitkan dengan jejak keluarga Ajavon, termasuk sang ayah yang disebut pernah memproduksi kuartet gospel di Paris. Latar Afrika Barat yang diwarnai ingatan sejarah perbudakan turut disebut membentuk tradisi lisan dan musikal yang hidup, di mana nyanyian hadir dalam beragam ritual kehidupan.

Dalam pertunjukannya, Gospel Dream membawa narasi tentang ketahanan dan pesan kasih yang melekat pada musik gospel. Lagu-lagu yang dibawakan dipaparkan sebagai bagian dari ingatan kolektif: mengingatkan pada perjuangan dan penderitaan, sekaligus menyampaikan pesan harapan, persaudaraan, dan perdamaian yang melampaui batas keyakinan.

Rangkaian konser ini dipandu Direktur Musik David Kizimo bersama wakilnya, Michael Lawrence. Dalam beberapa kesempatan, penampilan mereka dapat didampingi oleh saksofonis dan/atau pianis untuk membangun suasana pertunjukan yang mendorong penonton ikut bernyanyi dan terbawa emosi.

Untuk Oktober 2026, Gospel Dream dijadwalkan tampil dalam enam konser di lokasi-lokasi ikonik ibu kota Prancis. Sejumlah tanggal yang tercantum adalah Sabtu, 17 Oktober, Sabtu, 24 Oktober, dan Sabtu, 31 Oktober.

Selain konser, paduan suara ini juga menyampaikan rencana untuk mengadakan lokakarya bernyanyi bagi penggemar, termasuk anak-anak dan orang dewasa, sebagai kegiatan lanjutan di luar panggung.