Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Forum Keilmiahan (FORIL) menyelenggarakan FORIL 2 2025 bertema “Esai Berkualitas, Kemenangan di Genggaman: Strategi dan Teknik Menulis Esai ala Sang Juara” pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan yang berlangsung secara luring di Gedung FKM Kampus MERR-C UNAIR itu menjadi wadah pembekalan mahasiswa untuk mengembangkan strategi dan teknik penulisan esai ilmiah yang efektif.
FORIL 2 menghadirkan Afif Pramudya Alriandi, mahasiswa Psikologi UNAIR angkatan 2023, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Afif membagikan strategi menulis esai, mulai dari pemilihan topik, pengembangan ide, hingga penyusunan argumen yang menarik dan sistematis.
Salah satu peserta, Alzena Levia, mahasiswa FKM UNAIR angkatan 2024, menilai kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam memahami dasar-dasar penulisan esai ilmiah. Ia mengatakan materi yang disampaikan bermanfaat, terutama bagi mahasiswa yang ingin belajar menulis esai secara lebih terstruktur. Menurutnya, kehadiran pemateri yang berpengalaman juga membantu peserta memahami cara menulis esai yang sesuai dengan struktur penilaian lomba.
Rangkaian FORIL 2 terdiri dari empat sesi utama, yakni Materi 1, Mentoring 1, Materi 2, dan Mentoring 2. Sesi materi berfokus pada pengenalan dasar perlombaan esai ilmiah, sedangkan sesi mentoring memberi kesempatan peserta mempraktikkan pembelajaran sekaligus memperoleh umpan balik dari pemateri. Alzena menuturkan suasana tanya jawab berlangsung aktif karena banyak peserta terlibat dalam diskusi.
Ia juga menyebut alur kegiatan tersusun runtut dari awal hingga akhir sehingga mudah diikuti. Selain menambah wawasan, forum tersebut dinilai turut meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk menghadapi perlombaan esai.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, dengan banyak mahasiswa hadir lebih awal dan berpartisipasi aktif hingga acara berakhir pada malam hari. Pada akhir rangkaian, panitia memberikan penghargaan kepada peserta dengan penyusunan esai terbaik. Alzena mengatakan meski jadwal padat, peserta tetap bertahan hingga sesi terakhir.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan saat mengikuti perlombaan di berbagai tingkat. Menurutnya, esai tidak hanya berkaitan dengan gagasan, tetapi juga bagaimana ide tersebut diwujudkan dan dapat memberi dampak bagi masyarakat.