Festival Glenn Fredly Kembali Ke Timur kembali digelar pada 1 Agustus 2026 di Lapangan Hockey Plaza Festival, Jakarta Selatan. Tahun ini, festival menghadirkan 21 musisi lintas generasi sekaligus menegaskan misi untuk melanjutkan cita-cita mendiang Glenn Fredly dalam memperkenalkan musik, budaya, dan talenta dari Indonesia Timur kepada publik yang lebih luas.
Penyelenggara menekankan acara ini tidak dirancang sebagai konser penghormatan semata. Festival dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan musik, budaya, kuliner, hingga tradisi Indonesia Timur dalam satu perhelatan.
“Ini bukan acara untuk orang Timur, tetapi acara dari orang Timur untuk Indonesia. Kami ingin masyarakat mengenal Indonesia Timur lebih utuh melalui musik, budaya, tarian, kuliner, sampai keramahan masyarakatnya,” ujar penyelenggara dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurut penyelenggara, persiapan festival telah memasuki tahap akhir. Mereka menyebut penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu proyek terbesar karena menggabungkan dua identitas besar, yakni warisan Glenn Fredly dan semangat memperkenalkan Indonesia Timur.
Festival dijadwalkan berlangsung sejak siang hingga malam. Selain konser musik, pengunjung juga akan disuguhi tradisi Makan Patita, pertunjukan budaya, serta kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
Sejumlah musisi yang dipastikan tampil antara lain Marion Jola, Mitha Talahatu, Toton Caribo, Fresly Nikijuluw, Doddie Latuharhary, Matthew Sayersz, Maria De Lima, Moluccan Soul, Dennis & Friends, Wizz Baker, serta penampilan khusus Re/Imagine Glenn Fredly with The Bakuucakar.
Salah satu sajian utama festival adalah Re/Imagine, konsep pertunjukan baru yang dikembangkan untuk menghadirkan kembali sosok Glenn Fredly melalui perpaduan teknologi visual dan aransemen musik baru. Penyelenggara menyebut konsep ini berbeda dari penampilan hologram Glenn yang pernah dipentaskan sebelumnya.
“Re/Imagine bukan mengulang apa yang pernah ada. Yang ingin kami hadirkan adalah Glenn sebagai sebuah legacy. Bukan sekadar sosok, tetapi semangat, karya, mimpi, dan nilai-nilai yang ia tinggalkan,” kata penyelenggara.
Istri mendiang Glenn Fredly, Mutia Ayu, mengatakan festival tersebut merupakan upaya meneruskan mimpi besar suaminya agar Indonesia Timur semakin dikenal masyarakat Indonesia.
“Glenn Fredly Kembali Ke Timur bukan sekadar mengenang, tetapi merayakan karya dan cinta yang Glenn tinggalkan untuk kita semua. Saya berharap semua yang datang pulang dengan hati yang penuh dan membawa kenangan indah,” ujar Mutia.
Mutia juga mengungkapkan bahwa menjelang akhir hidupnya, Glenn semakin sering kembali ke Maluku untuk menelusuri akar budaya leluhurnya. Ia disebut mengunjungi sejumlah wilayah di Maluku untuk memahami sejarah dan identitas masyarakat Timur.
“Glenn selalu bangga menceritakan Ambon. Dia pernah bilang suatu saat nanti orang-orang akan kembali melihat Timur. Menurut saya, perlahan mimpi itu mulai terwujud,” katanya.
Bagi penyelenggara, cita-cita Glenn tidak berhenti pada karya musik. Festival ini juga dimaksudkan sebagai panggung regenerasi musisi Indonesia Timur sekaligus memperkenalkan identitas kawasan tersebut kepada publik nasional.
“Goals kami sederhana, mempresentasikan Indonesia Timur melalui karya, budaya, orang-orangnya, dan cintanya. Kami ingin masyarakat mengenal Indonesia Timur secara lebih lengkap, bukan hanya Maluku atau Papua, tetapi seluruh kawasan Timur Indonesia hingga Sulawesi,” ujar penyelenggara.
Penyelenggara berharap publik tidak hanya menikmati konser, tetapi juga membawa pulang pemahaman baru mengenai keberagaman budaya Indonesia Timur. Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi, dengan tiket Early Bird telah habis terjual, sementara tiket kategori Festival dan VIP masih dipasarkan menjelang pelaksanaan pada 1 Agustus mendatang.