BERITA TERKINI
Dua Mahasiswi FST UNAIR Raih Juara I Mathematics Essay Contest UNESA Lewat Inovasi Binovation

Dua Mahasiswi FST UNAIR Raih Juara I Mathematics Essay Contest UNESA Lewat Inovasi Binovation

Dua mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR), Ainun Azka Rohmatillah dan Venesa Filda Agnesia, meraih Juara I Mathematics Essay Contest (MEC) yang diselenggarakan Himpunan Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Keduanya tergabung dalam Tim Starlight dan menjadi satu di antara 64 tim terbaik yang melaju hingga tahap presentasi. Penghargaan diberikan pada Minggu (13/7/2025).

Dalam kompetisi tersebut, Tim Starlight mengangkat inovasi bertajuk Binovation (Bin Optimization Innovation), yakni sistem pengelolaan sampah cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi itu diposisikan sebagai upaya menuju pengelolaan limbah yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pengoptimalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).

Ainun menjelaskan, Binovation menawarkan sistem pemilahan sampah otomatis yang dilengkapi empat sensor. Menurutnya, rancangan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pengolahan sampah. “Sistem Binovation lengkap dengan empat sensor pemilah sampah otomatis. Sensor-sensor ini dirancang khusus untuk mempercepat proses pengolahan sampah secara drastis,” ujar Ainun.

Keunggulan utama yang ditekankan dalam inovasi ini adalah upaya mengurangi kesalahan pemilahan yang kerap terjadi pada proses manual. Kesalahan pemilahan dinilai dapat menghambat daur ulang dan menurunkan kualitas bahan hasil pemrosesan.

Lebih lanjut, Ainun menyebut kemampuan pemilahan otomatis pada Binovation diharapkan dapat meningkatkan efisiensi daur ulang. Dengan pemilahan yang lebih akurat dan cepat, bahan daur ulang dapat diproses secara lebih efektif, mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, sekaligus memaksimalkan nilai ekonomi dari limbah. “Kemampuan pemilahan sampah otomatis milik Binovation merupakan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi daur ulang. Dengan pemilahan yang akurat dan cepat, bahan-bahan daur ulang dapat diproses lebih efektif. Mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, dan memaksimalkan nilai ekonomi dari limbah,” kata Ainun.

Tim juga menilai peningkatan efisiensi daur ulang berpotensi berdampak pada kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui lingkungan yang lebih bersih, sumber daya yang lebih lestari, serta peluang pengembangan energi dari sampah. Dalam paparan mereka, Binovation tidak diposisikan semata sebagai alat pemilah, melainkan sebagai bagian dari langkah menuju ekosistem pengelolaan limbah yang lebih cerdas dan berkelanjutan.