Ale, yang sebelumnya tumbuh dalam kondisi terabaikan, kini mengalami pemulihan. Perubahan itu terjadi setelah orangtuanya bertobat.
Seiring pertobatan tersebut, orangtuanya mulai menghidupi kasih Kristus dalam keluarga. Hal ini digambarkan sebagai upaya mengisi kembali “tangki kasih” Ale, yang selama ini kosong akibat kurangnya perhatian.
Kisah Ale menyoroti bagaimana perubahan sikap dan nilai dalam keluarga dapat berdampak pada pemulihan seorang anak, terutama ketika orangtua mengambil langkah untuk memperbaiki pola pengasuhan dan membangun kembali relasi yang sempat terabaikan.

