Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan koordinasi antar-kementerian sebagai kunci keberhasilan program pemerintah. Ia menyatakan pihaknya terus memperkuat komunikasi dengan kementerian teknis untuk mencegah hambatan kerja.
Zulkifli menilai hambatan akibat ego sektoral pada periode pemerintahan sebelumnya membuat sejumlah program strategis tidak berjalan optimal. Menurut dia, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar yang perlu diselesaikan dalam tata kelola pemerintahan saat ini.
Ia mencontohkan sejumlah agenda yang disebut sulit dituntaskan karena koordinasi yang tidak berjalan. “Bayangkan saja dulu, setahu saya dulu Pak Luhut mau menyelesaikan nilai ekonomi karbon aja nggak kelar-kelar dong dengan Ibu Siti ya. Waktu itu Pak Prabowo kan ya mau menyelesaikan soal pangan, air dulu ketemu aja nggak bisa, nggak mudah. Menurut saya, itu tantangan yang terbesar,” kata Zulkifli.
Terkait sinergi kabinet, Zulkifli menyebut seluruh menteri teknis di bawah koordinasi Kemenko Pangan telah menunjukkan sikap kooperatif selama dua tahun terakhir. Ia menegaskan siap melapor kepada Presiden Prabowo Subianto apabila ada menteri yang tidak bersedia bekerja sama.
“Alhamdulillah dengan niat yang sungguh-sungguh ya untuk Merah Putih selama ini 2 tahun berjalan dengan baik. Menteri-menteri saya undang rapat di sini semua hadir. Kalau mereka tidak kooperatif ya saya lapor presiden begitu. Karena saya dibentuk presiden kan,” ujarnya.
Zulkifli juga mengatakan telah menyampaikan evaluasi menteri secara profesional saat berkonsultasi langsung dengan Presiden Prabowo. Ia menambahkan, keputusan terkait perombakan kabinet merupakan kewenangan kepala negara.
“Saya pernah ditanya Bapak Presiden, menteri ini, menteri ini, menteri ini, menteri ini gimana? Saya bilang, yang di saya bagus-bagus, Pak. Soalnya menilai secara profesional. Mereka di tempat saya semua hadir, kerja bagus, ini bagus,” kata Zulkifli.
Menurut dia, penilaian objektif atas kehadiran dan kontribusi para menteri teknis menjadi dasar laporan yang disampaikannya kepada Presiden. “Tapi kalau keputusan reshuffle segala macam, bukan urusan saya, tapi Bapak Presiden. Tapi kalau ditanya kinerja semua yang sama saya, mereka aktif, datang dan bagus. Buktinya ini bisa, ini bisa,” ujarnya.
Di sisi lain, Zulkifli mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi kendala operasional. Namun, ia menyebut pergantian jajaran manajemen baru diharapkan dapat menuntaskan persoalan tersebut dalam waktu dua bulan.
“Soal yang belum memang ya makanan bergizi kan. Tapi kan sudah diganti manajemennya. Anak muda sekarang. Kasih lah kita waktu 2 bulan untuk selesaikan ini,” kata Zulkifli.