Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan kesehatan, budaya, gastronomi, dan kehidupan masyarakat. Di kawasan ini, Agradaya dan Warung Murakabi menghadirkan konsep perjalanan yang mengajak pengunjung menikmati suasana desa sambil mengenal tradisi jamu, rempah, serta pangan lokal.
Tren wellness tourism berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap perjalanan yang tidak hanya berfokus pada rekreasi, tetapi juga pemulihan tubuh, ketenangan pikiran, serta kedekatan dengan alam dan budaya setempat. Di Yogyakarta, tradisi jamu dan pemanfaatan rempah yang telah lama hidup di masyarakat menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Rangkaian kunjungan dapat dimulai di Agradaya, ekosistem rempah yang tumbuh bersama petani di Kalurahan Sendangrejo. Melalui Tour Agradaya, pengunjung diajak mengenal berbagai tanaman biofarmaka, mengikuti proses pengolahan rempah dari kebun hingga menjadi jamu siap minum, serta memahami pertemuan pengetahuan tradisional dengan inovasi dalam menghasilkan produk herbal.
Salah satu titik perhatian di Agradaya adalah keberadaan Solar Dryer Dome, teknologi pengeringan rempah yang memanfaatkan energi matahari. Fasilitas ini memperlihatkan praktik produksi yang diarahkan pada pendekatan ramah lingkungan.
Dari Agradaya, perjalanan dapat dilanjutkan ke Warung Murakabi, ruang yang mengusung filosofi hidup sehat melalui pangan lokal dan keberlanjutan. Nama “murakabi” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “mencukupi”. Di tempat ini, wisatawan diperkenalkan pada hasil bumi, rempah, dan produk olahan masyarakat sekitar dalam suasana pedesaan yang teduh.
Warung Murakabi juga menawarkan pengalaman farm-to-table, ketika bahan pangan dipanen dari kebun sekitar, diolah secara sederhana, lalu disajikan dengan cita rasa yang mempertahankan keaslian bahan. Pengalaman ini menekankan bahwa makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang relasi dengan alam, petani, dan budaya yang melahirkannya.
Lanskap Minggir menjadi bagian dari daya tarik perjalanan. Hamparan sawah, udara segar, dan suasana desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan memberi ruang bagi aktivitas seperti berjalan santai, bersepeda, atau menikmati waktu dengan ritme yang lebih lambat.
Perpaduan wisata rempah, gastronomi lokal, edukasi, dan interaksi bersama masyarakat menjadikan Agradaya dan Warung Murakabi sebagai contoh pengembangan community-based wellness tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengalaman yang ditawarkan tidak hanya ditujukan bagi wisatawan, tetapi juga berkaitan dengan dukungan terhadap petani, pelaku UMKM, serta pelestarian pengetahuan tradisional.
Informasi kunjungan: Warung Murakabi, Kedung Prahu, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.