Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Bali Wellness & Beauty Expo 2026 yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness tourism kelas dunia, sekaligus mempercepat pengembangan ekonomi wellness nasional.
Menurut Ni Luh Puspa, Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan sektor wellness tourism. Ia menilai penyelenggaraan Bali Wellness & Beauty Expo 2026 merupakan bukti semakin kuatnya komitmen Indonesia membangun ekosistem wellness yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
“Indonesia memiliki seluruh modal dasar yang dibutuhkan untuk menjadi pemain utama dalam tren wellness tourism global, mulai dari kekayaan alam, budaya, hingga kearifan lokal yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekosistem wellness yang berkelanjutan,” ujar Ni Luh Puspa saat membuka Bali Wellness & Beauty Expo 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.
Ia menjelaskan, tren perjalanan wisata dunia saat ini mengalami perubahan. Wisatawan disebut tidak lagi hanya mencari tempat untuk dikunjungi, melainkan pengalaman yang memberi manfaat bagi kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.
Di tengah dinamika ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan perilaku wisatawan, sektor pariwisata dinilai menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Salah satu segmen yang tumbuh paling cepat dan dinilai tangguh adalah wellness tourism.
Kementerian Pariwisata mencatat pasar wellness tourism global diproyeksikan tumbuh rata-rata lebih dari 10% per tahun hingga 2029. Sementara itu, berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness global telah mencapai 6,8 triliun dolar Amerika Serikat dan diperkirakan meningkat menjadi 9,8 triliun dolar Amerika Serikat pada 2029.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa industri wellness merupakan salah satu peluang terbesar dalam industri perjalanan dunia,” tambah Ni Luh Puspa.
Bali Wellness & Beauty Expo 2026 berlangsung pada 4–6 Juni 2026 dengan tema “Building Indonesia's Wellness Economy: Towards a Globally Competitive and Sustainable Ecosystem”. Pameran ini menghadirkan lebih dari 140 merek unggulan di bidang wellness dan beauty dari 90 eksibitor nasional maupun internasional, meningkat 35% dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Melalui ajang tersebut, pemerintah berharap tercipta ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi, inspirasi, dan peluang kemitraan lintas sektor untuk memperkuat ekosistem wellness Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu destinasi utama wellness tourism dunia sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas dan berkelanjutan.