SOLO — Wali Kota Solo Respati Ardi bersama perwakilan Suaraga menggelar audiensi dengan jajaran Pengurus Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sabtu (27/6/2026). Pertemuan ini membahas dukungan dan kolaborasi menjelang kegiatan Suaraga yang dijadwalkan berlangsung di Solo pada 4–5 Juli 2026.
Dalam audiensi tersebut, Respati menyampaikan bahwa kegiatan Suaraga diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan industri wellness yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi kreatif. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menyambut visi Solo Wellness City 2030.
“Kami bersama rekan-rekan Suaraga, Suara, Karya, dan Raga akan hadir di Kota Solo pada 4 hingga 5 Juli 2026 untuk mengenalkan industri wellness yang berkembang bersama ekonomi kreatif. Tadi kami juga diterima dengan baik oleh rekan-rekan PMS. Mari kita bersama-sama menyambut visi Solo Wellness City 2030,” ujar Respati.
Perwakilan Suaraga, Suherman Sumardi, mengapresiasi sambutan yang diberikan PMS. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci agar program Suaraga dapat diterima secara luas di Solo.
“Audiensi kami ke PMS diterima dengan sangat baik oleh pengurus. Harapannya ke depan kita bisa berkolaborasi dan membangun jejaring bersama sehingga event Suaraga dapat menjadi kegiatan yang diterima oleh seluruh warga Solo,” kata Suherman.
Ketua Umum PMS Sumartono Hadinoto menilai program yang diperkenalkan Suaraga sejalan dengan kebutuhan Solo untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia memandang branding Solo sebagai kota wellness sebagai peluang yang perlu dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.
“Program Suaraga yang diperkenalkan hari ini sangat menarik. Dengan kemajuan teknologi dan berbagai perubahan yang terjadi di dunia, sudah saatnya Solo segera berbenah. Masyarakat harus dapat menikmati perubahan ini dengan membangun usaha-usaha yang sejalan dengan branding Kota Solo ke depan,” ujar Sumartono.
Sumartono menambahkan, Solo memiliki kekuatan sebagai kota budaya yang unik dan memiliki daya tarik tinggi. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, ia meyakini transformasi tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi generasi muda.
“Setiap perubahan memang memiliki tantangan, tetapi juga menghadirkan kesempatan baru. Bagi anak-anak muda yang akan terjun ke dunia usaha, ini merupakan peluang yang luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Solo yang dipimpin Mas Respati dan Mbak Astrid. Semoga langkah yang telah diawali ini membawa dampak besar bagi generasi-generasi mendatang di Kota Solo,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Solo, Suaraga, dan PMS, pengembangan industri wellness diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing menuju target Solo Wellness City 2030.