BERITA TERKINI
Umbul Brintik Klaten Dikembangkan Jadi Wisata Kebugaran, Tawarkan Terapi Air dari Mata Air Alami

Umbul Brintik Klaten Dikembangkan Jadi Wisata Kebugaran, Tawarkan Terapi Air dari Mata Air Alami

Kabupaten Klaten dikenal memiliki banyak sumber mata air alami. Di antara puluhan umbul yang tersebar, Umbul Brintik di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, menawarkan daya tarik berbeda karena dikenal sebagai lokasi terapi kesehatan yang kini dirintis menjadi wisata kebugaran atau wellness tourism.

Umbul Brintik berjarak sekitar tujuh kilometer dari Alun-alun Klaten atau sekitar 15 menit perjalanan dengan kendaraan. Tiket masuk ditetapkan Rp10.000 per orang. Pengunjung dapat masuk mulai pukul 04.30 WIB hingga loket ditutup pukul 16.30 WIB, sementara kawasan wisata tutup pukul 17.30 WIB.

Di area wisata terdapat sekitar lima kolam dengan fungsi berbeda, mulai dari kolam utama untuk terapi, kolam renang dewasa, hingga wahana bermain air untuk anak-anak. Kolam utama menjadi pusat perhatian karena airnya jernih, sehingga dasar kolam yang dipenuhi pasir dan bebatuan terlihat jelas.

Keunikan lain tampak dari gelembung air yang terus muncul dari sela-sela pasir dan batu, menandakan sumber mata air alami yang terus mengalir. Fenomena tersebut muncul di banyak titik dan menjadi pemandangan khas Umbul Brintik. Kolam utama memiliki kedalaman sekitar 1,6 meter dan dilengkapi anak tangga untuk memudahkan pengunjung turun hingga ke dasar kolam.

Sejak sebelum matahari terbit, Umbul Brintik sudah ramai dikunjungi. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berenang, melainkan mencari manfaat kesehatan. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan beragam keluhan, seperti pegal linu, rematik, hingga menjalani pemulihan setelah stroke.

Memasuki siang hari, suasana biasanya semakin ramai oleh rombongan keluarga yang memanfaatkan berbagai kolam. Di sisi lain kawasan juga terdapat pancuran air yang menjadi salah satu favorit pengunjung.

Untuk menunjang kenyamanan, kawasan wisata dilengkapi pepohonan rindang, gazebo, deretan pelaku UMKM, musala, serta ruang ganti.

Kepala Desa Malangjiwan, Suprianto, mengatakan Umbul Brintik sudah lama dikenal masyarakat. Pada masa kolonial Belanda, lokasi tersebut disebut pernah menjadi tempat rekreasi para pejabat kolonial. Ia juga menyebut, sebelum dikelola sebagai tempat wisata, warga memanfaatkan umbul untuk mandi sepulang dari sawah, mencuci tikar, hingga tempat tirakat dengan cara berendam.

Pengembangan Umbul Brintik sebagai destinasi wisata dimulai pada 2017 melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur. Dua tahun kemudian, pembangunan kawasan mendapat dukungan Dana Desa sehingga fasilitas bertambah dan sejumlah kolam mulai dibangun.

Konsep wellness tourism kemudian dirintis bersama seorang dokter yang juga pegiat wisata air. Pengelola juga belajar ke Bali untuk mempelajari pengembangan wisata kebugaran dari sejumlah mentor. Menurut Suprianto, dari proses tersebut Umbul Brintik berkembang dan dikenal sebagai ikon wisata terapi dan kebugaran.

Suprianto menegaskan konsep wisata terapi tidak hanya dimaksudkan sebagai strategi promosi. Ia menyebut air Umbul Brintik telah melalui uji laboratorium dengan hasil pH 8,3, TDS 40, kandungan mineral dinilai baik, dan kadar oksigen tinggi. Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu alasan banyak orang datang untuk menjaga kebugaran.

Untuk mendukung layanan terapi, pengelola menyiapkan delapan terapis yang telah mendapat pelatihan khusus guna mendampingi pengunjung yang ingin menjalani terapi air.

Suprianto juga menyampaikan adanya kesaksian positif dari pengunjung yang rutin datang, termasuk penyintas stroke yang merasakan perkembangan kondisi fisik. Ia menyebut beberapa rumah sakit mulai merekomendasikan pasien pascastroke untuk menjalani terapi di Umbul Brintik sebagai bagian dari proses pemulihan.

Ke depan, pemerintah desa bersama pengelola menargetkan pengembangan Umbul Brintik tidak berhenti pada wellness tourism, melainkan diarahkan menjadi medical tourism. Suprianto menjelaskan, jika wellness tourism berfokus pada menjaga kebugaran, maka medical tourism akan lebih mengarah pada pemulihan setelah sakit, misalnya pasien pascastroke yang menjalani terapi sebagai upaya preventif.

Upaya pengembangan tersebut turut mendapat pengakuan setelah Umbul Brintik masuk sebagai salah satu nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 pada kategori wisata air.

Salah seorang pengunjung, Purwadi, 79, warga Kecamatan Klaten Utara, mengaku sudah beberapa kali datang ke Umbul Brintik. Ia mengatakan selain berenang untuk menjaga kebugaran, ia berikhtiar memulihkan kondisi kakinya yang sebelumnya mengalami kesulitan berjalan. Purwadi mengaku merasakan perkembangan bertahap dan tubuh terasa lebih segar setelah berkunjung, disertai nafsu makan meningkat, tidur lebih nyenyak, serta berjalan terasa lebih enak.