BERITA TERKINI
Tiga Hari Usai Konser “Youth”, Euforia dan Pesan Semangat Muda Masih Menggema di Media Sosial

Tiga Hari Usai Konser “Youth”, Euforia dan Pesan Semangat Muda Masih Menggema di Media Sosial

Tiga hari setelah konser “Youth” digelar, media sosial masih dipenuhi video, foto, dan unggahan emosional dari penonton. Perbincangan warganet tidak hanya menyoroti skala produksi yang besar, tetapi juga pengalaman kolektif puluhan ribu orang yang bernyanyi bersama tentang negara, masa muda, dan aspirasi untuk berkontribusi.

Sejumlah konser biasanya berakhir ketika penyanyi membungkuk dan penonton pulang. Namun, konser “Youth” dinilai banyak orang justru meninggalkan dampak yang terus terasa setelah tirai ditutup. Rekaman pertunjukan masih tersebar luas di TikTok, Facebook, dan YouTube, mengumpulkan jutaan penayangan serta ribuan komentar positif tentang program dan kesan yang ditinggalkannya.

Konser ini berlangsung di sirkuit balap F1 My Dinh dan dihadiri lebih dari 20.000 penonton. Puluhan seniman, ribuan penari, aktor, dan sukarelawan terlibat dalam penyelenggaraan festival musik berskala besar tersebut. Dampaknya, menurut pantauan dari unggahan warganet, tidak berhenti pada malam acara, melainkan berlanjut dalam bentuk diskusi dan nostalgia di ruang digital.

Kenangan yang tertinggal bagi penonton

Saat sebagian besar penonton mulai meninggalkan area sirkuit, beberapa di antaranya mengungkapkan kesan yang masih melekat. Kim Ngan (23), asal Phu Tho, mengaku terharu ketika mengingat momen lagu “Rumahku Memiliki Bendera yang Berkibar” dibawakan. Penampilan itu melibatkan Lam Phuc, Khanh Chi, Ali Thuc Phuong, serta kelompok anak-anak dari Klub Teratai Merah Muda, yang diiringi koor puluhan ribu penonton. Ratusan penari memenuhi panggung sambil menampilkan bendera merah berbintang kuning.

“Pada saat itu, semua orang, dari anak-anak kecil hingga orang tua, bernyanyi serempak. Semangat Vietnam dalam diriku berkobar hebat,” kata Kim Ngan.

Sejumlah anak muda juga menyampaikan bahwa rangkaian lagu dalam konser memunculkan emosi dan rasa bangga nasional. Melalui Surat Kabar Tien Phong, mereka membagikan rencana setelah menyaksikan konser: ada yang ingin belajar lebih giat, ada yang ingin lebih aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, dan ada pula yang menyebut merasa perlu menjalani hidup sesuai semangat masa mudanya.

Trang, penonton yang menempuh perjalanan lebih dari 45 kilometer dari Bac Giang ke Hanoi, mengatakan kesan terbesarnya adalah berada di tengah “lautan manusia” dan merasakan denyut emosi bersama. “Api semangat muda dalam diri saya semakin kuat. Saya pikir saya perlu berusaha untuk berkontribusi kepada tanah air dan negara saya,” ujarnya kepada Surat Kabar Tien Phong.

Hang Nguyen, mahasiswa Akademi Kebijakan dan Pembangunan, menilai konser tersebut sebagai salah satu yang paling berkesan dibanding acara lain yang pernah dihadirinya. Sementara Phuong Linh, juga dari Phu Tho, yang mengantre sejak siang untuk menunggu idolanya, merangkum pengalamannya singkat: “Semua penantianku terbayar.”

Penyelenggara menyebut tujuan utama konser adalah menyalakan semangat muda. Naskah acara disusun dengan cermat melalui puluhan penampilan yang tidak hanya menjadi rangkaian musik, tetapi juga membawa pesan bagi lebih dari 20.000 hadirin.

Emosi juga dirasakan para pengisi acara

Tak hanya penonton, para penampil di atas panggung turut mengungkapkan kesan setelah pertunjukan. Vo Ha Tram mengatakan ia kagum ketika melihat panggung dari kejauhan dan menyebut penyelenggaraan konser pertama oleh Surat Kabar Tien Phong sudah terasa profesional. Ia berharap konser “Youth” dapat berkembang menjadi rangkaian acara dan menjadi tujuan bagi kaum muda.

Menurut Vo Ha Tram, tema program membangkitkan kenangan masa muda dan menciptakan keterhubungan antargenerasi penonton.

Dong Hung mengaku melihat bayangan dirinya di usia dua puluhan ketika berdiri di hadapan lautan penonton. Ia menyampaikan pandangannya bahwa untuk menyebarkan hal positif, seseorang tidak harus terkenal; yang penting adalah hidup tulus, terus belajar, dan berbagi hal baik dengan masyarakat.

Lam Phuc menyebut keterlibatannya dalam konser “Pemuda” sebagai kebanggaan bagi artis muda. Ia merasa senang dapat mewakili generasi muda Vietnam lewat lagu-lagu yang menggambarkan keberanian untuk berpikir dan bertindak di hadapan puluhan ribu penonton.

Double2T menilai panggung “Youth” membawanya mengingat masa-masa awal di dunia musik. Ia menyebut perpaduan lagu modern dengan musik bertema tanah air dan negara menciptakan energi yang istimewa.

Minh Ngoc mengatakan antusiasme lebih dari 20.000 penonton memotivasinya untuk terus berjuang sebagai penyanyi dan mendekatkan nilai budaya tradisional kepada generasi muda.

Ho Ngoc Phuong Linh, finalis Top 5 Miss Vietnam 2024, menyebut konser “Youth” sebagai salah satu kenangan terindah masa mudanya. Ia mengaku terkesan dengan tata musik yang direncanakan, visual panggung, serta pertunjukan kembang api. Namun, yang paling membuatnya bahagia adalah berada di tengah puluhan ribu penonton dan bertemu artis yang ia kagumi, seperti Quang Hung MasterD dan buitruonglinh.

Jejak digital yang terus berputar

Tiga hari setelah konser, video penampilan masih menyebar cepat dan memicu gelombang komentar. Banyak orang menonton ulang untuk mencari bayangan diri mereka di kerumunan, mendengarkan kembali lagu-lagu yang dibawakan, atau sekadar menghidupkan momen ketika puluhan ribu penonton bernyanyi serentak.

Bagi sebagian penonton, dampak konser “Youth” tidak berakhir saat lampu panggung meredup. Ingatan tentang kebersamaan dan semangat muda justru menjadi bagian yang paling lama tinggal.