BERITA TERKINI
Tahiti 80 Janjikan Setlist Bernuansa Nostalgia Saat Tampil di Soundrenaline 2026

Tahiti 80 Janjikan Setlist Bernuansa Nostalgia Saat Tampil di Soundrenaline 2026

Tahiti 80 kembali menjadi perhatian menjelang penampilan mereka di Soundrenaline 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli di Indonesia. Band pop asal Prancis ini menyebut masih menjaga semangat kreatif setelah hampir tiga dekade berkarya, sekaligus terus membuka ruang eksplorasi melalui rilisan terbaru mereka, Rejoice (An Inventory Of Pop Maps).

Dalam wawancara, vokalis sekaligus multi-instrumentalis Tahiti 80, Xavier Boyer, menjelaskan salah satu kunci kekompakan band selama bertahun-tahun adalah posisi mereka yang berada “di tengah”—pernah merasakan kesuksesan, tetapi tidak sepenuhnya menjadi arus utama. Menurutnya, kondisi itu memberi kebebasan untuk tetap kreatif tanpa tekanan industri.

“Kami cukup beruntung merasakan kesuksesan, tetapi kami tidak pernah benar-benar menjadi arus utama. Itu berarti kami masih bisa tetap kreatif, melakukan apa yang kami suka. Tidak ada yang lebih membosankan daripada band yang membuat musik hanya untuk stadion. Musisi seharusnya membuat musik untuk dirinya sendiri,” ujar Xavier.

Ia menambahkan, ruang di antara popularitas dan kebebasan artistik membuat Tahiti 80 leluasa berkembang tanpa harus selalu mengikuti arus besar.

Proses kreatif album terbaru mereka juga disebut berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Pengalaman memainkan set DJ menggunakan piringan hitam 7 inci menjadi salah satu pemicu pendekatan baru dalam penulisan lagu.

“Kami sering memainkan set DJ menggunakan 7 inch, dan itu sangat mempengaruhi proses penulisan lagu di ‘Rejoice’. Kami memikirkan lagu-lagunya lebih sebagai koleksi daripada album tradisional,” kata Xavier.

Meski terus bereksperimen, Tahiti 80 menegaskan identitas musikal mereka tetap terjaga. Bagi band ini, suara vokal menjadi benang merah yang membuat karakter Tahiti 80 tetap dikenali.

“Pada akhirnya, meskipun kami bereksperimen dengan berbagai suara, selama saya yang menyanyikannya, itu akan tetap terdengar seperti Tahiti 80. Itulah kerangkanya, lalu kami bisa bersenang-senang dengan chord, produksi, dan lirik,” ucapnya.

Di sisi lain, penggemar lama Tahiti 80 kerap mengaitkan band ini dengan era album seperti Puzzle dan Wallpaper for the Soul, yang melahirkan lagu-lagu favorit seperti ‘Heartbeat’, ‘Easy Way Out’, dan ‘Yellow Butterfly’. Saat diminta menengok kembali periode tersebut, Xavier menyebut makna lagu-lagu lama bisa berubah seiring waktu, meski tetap memiliki tempat tersendiri.

“Beberapa lagu ditulis dengan seseorang secara spesifik dalam pikiran kami. Sekarang hubungan itu mungkin sudah berubah, tetapi lagu-lagu tersebut tetap ada. Maknanya sedikit berubah, tapi tetap berarti. Kami suka karena semuanya tergantung interpretasi masing-masing orang,” ujarnya.

Menjelang penampilan di Jakarta, Tahiti 80 mengaku antusias karena sudah lama tidak kembali ke kota ini. Mereka menyatakan akan menyiapkan materi yang banyak memuat lagu klasik, sejumlah favorit penggemar, serta tiga single dari album terbaru yang akan datang.

“Kami sudah lama tidak datang ke Jakarta, jadi kami akan membawakan banyak lagu klasik, beberapa lagu favorit penggemar, dan tentunya tiga single dari album terbaru kami yang akan datang,” kata Xavier.

Untuk menyusun setlist, band ini juga sempat melakukan polling di Instagram guna mengetahui pilihan penggemar. Xavier mengaku senang melihat respons yang muncul, meski ia menyadari tidak mudah memuaskan semua orang.

“Saya sangat senang melihat pilihan para penggemar. Sulit untuk memuaskan semua orang, tapi saya yakin ini akan menjadi momen yang spesial,” tuturnya.

Selain menantikan momen tampil, Tahiti 80 juga menyebut ada musisi lain yang ingin mereka saksikan di Soundrenaline 2026, salah satunya The Beths. “Saya penggemar berat The Beth! Saya pernah menonton mereka di Paris, jadi saya sangat antusias untuk menonton mereka lagi di Jakarta,” kata Xavier.

Dalam penutup wawancara, Xavier juga menyebut tiga lagu yang mereka pilih jika hanya diberi kesempatan memperkenalkan Tahiti 80 kepada pendengar baru, yakni ‘Heartbeat’, ‘Hurts’, serta single terbaru yang belum dirilis berjudul ‘Wild Romance’.