BERITA TERKINI
Solo Targetkan Jadi Wellness City 2030, Pemkot Siapkan Dua Event Besar pada 2026

Solo Targetkan Jadi Wellness City 2030, Pemkot Siapkan Dua Event Besar pada 2026

Wali Kota Solo Respati Ardi menargetkan Kota Solo bertransformasi menjadi wellness city atau kota wellness pada 2030. Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan dua agenda besar pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan potensi wellness tourism (wisata kebugaran) di kota itu.

Komitmen itu disampaikan Respati saat menghadiri acara Board Change Over Rotary di Pose In Hotel Solo, Kamis (18/6/2026). Ia mengatakan, sebelumnya Solo bersama Makassar dan Jakarta juga diundang dalam World Cities Summit 2026 di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre, Singapura, Senin (15/6/2026). Dalam forum tersebut, Respati memaparkan gagasan mengenai Solo sebagai kota wellness.

“Saya di sana memaparkan tentang wellness city. Saya sudah menetapkan untuk tahun 2030 visi besarnya adalah Kota Solo menuju kota wellness,” kata Respati.

Respati menjelaskan, konsep wellness tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi mencakup berbagai aspek yang dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Karena itu, Pemkot Solo mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha untuk memperkuat sektor wellness tourism melalui kegiatan dan penyelenggaraan event.

Dua event yang disiapkan pada 2026 ialah Festival Suaraga yang akan digelar di Taman Balekambang Solo pada 4–5 Juli 2026, serta Sedaya (Seni dan Budaya) yang direncanakan berlangsung pada akhir 2026.

Menurut Respati, Festival Suaraga tidak hanya berupa konser musik, tetapi juga menjadi langkah awal dalam pengembangan konsep Java Wellness. Sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain Sore, Nadhif Basalamah, Silampukau, Man Osman & Traffic Jam, Maliq & D’Essentials, Fanny Soegi, Ali, dan Ucupop.

Selain pertunjukan musik, festival tersebut juga dirancang menghadirkan kegiatan wellness reguler maupun premium, penampilan budaya, pasar lokal, hingga gelar wicara bersama Vincent Rompies dan Soleh Solihun.

Respati menyebut Suaraga sebagai tolok ukur baru dalam penyelenggaraan event di Solo. Ia juga mengatakan telah menawarkan konsep tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar Bank Jakarta menjadi sponsor, sementara promotor event disebut berasal dari Jakarta.

Ia berharap rangkaian event itu dapat menarik investasi di sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat ekosistem wellness tourism di Solo. Respati menegaskan, event yang sudah ada tetap berjalan, namun Pemkot ingin menghadirkan contoh baru yang bisa menjadi acuan bagi pelaku usaha dan penyelenggara event di Solo.

Dalam pandangannya, wellness tourism berpotensi menjadi pilar pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Solo. Ia mencontohkan Chiang Mai, Thailand, yang dinilai berhasil bertransformasi menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif. Respati juga menyebut peluang pengembangan layanan dan produk terkait wellness, seperti perawatan spa, penjualan essential oils, diffuser, hingga jamu, yang menurutnya dapat ditampilkan dalam event-event tahunan di Solo.