BERITA TERKINI
Solo Medical and Wellness Tourism Dideklarasikan dalam Pertemuan PHRI Surakarta

Solo Medical and Wellness Tourism Dideklarasikan dalam Pertemuan PHRI Surakarta

SOLO — Wadah wisata kesehatan bertajuk Solo Medical and Wellness Tourism dideklarasikan dalam pertemuan rutin bulanan Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kota Surakarta. Kegiatan berlangsung di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (7/7/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam agenda silaturahmi itu mengusung tema “Bersama Membangun Sinergi, Menguatkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Surakarta”. PHRI Surakarta menyatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mempererat kolaborasi antarpelaku industri pariwisata dan perhotelan.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda digelar, antara lain business matching bersama Indonesia Interior & Furniture Expo untuk membuka peluang kolaborasi bisnis di sektor hospitality. Selain itu, dilakukan perkenalan jajaran board dan pengurus Solo Medical & Wellness Tourism Board sekaligus sosialisasi pengembangan potensi wisata medis dan wellness di Kota Surakarta. PHRI Surakarta juga menyampaikan informasi mengenai berbagai program kerja yang akan dilaksanakan ke depan.

Ketua BPC PHRI Surakarta, Joko Sutrisno, menyampaikan harapannya agar sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas pendukung pariwisata semakin kuat. Ia menilai penguatan kolaborasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing Surakarta sebagai destinasi wisata, bisnis, dan investasi yang berkelanjutan.

“Kita bersama-sama mendorong pertumbuhan industri perhotelan, restoran, ekonomi kreatif, dan pariwisata Kota Surakarta,” kata Joko.

Sementara itu, Humas BPC PHRI Surakarta yang juga Humas Solo Medical & Wellness Tourism Board, Wening Damayanti, mengatakan sinergi yang dibangun melalui forum tersebut diharapkan melahirkan program-program kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Solo.

Menurut Wening, medical dan wellness tourism menjadi salah satu peluang besar bagi Solo dengan dukungan fasilitas kesehatan yang berkualitas, industri perhotelan, kuliner, serta kekayaan budaya.

“Kami optimistis Solo dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan yang datang tidak hanya untuk berobat, tetapi juga menikmati pengalaman berwisata secara menyeluruh. Kolaborasi antara PHRI, Solo Medical & Wellness Tourism Board, pemerintah, dan seluruh pelaku industri menjadi kunci untuk menghadirkan paket-paket wisata yang menarik dan berkelanjutan,” ujarnya.