BERITA TERKINI
Seberapa Sering Pembalut Perlu Diganti saat Menstruasi? Ini Anjuran Dokter

Seberapa Sering Pembalut Perlu Diganti saat Menstruasi? Ini Anjuran Dokter

Menjaga kebersihan area kewanitaan penting dilakukan, terutama saat menstruasi. Pada periode ini, area tersebut cenderung lebih lembap sehingga lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti infeksi bakteri, iritasi kulit dan ruam, keputihan, bau tidak sedap, hingga Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Salah satu langkah menjaga kebersihan adalah mengganti pembalut secara rutin. Lalu, seberapa sering pembalut idealnya diganti dalam sehari?

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Eni Gustina, MPH, menyarankan pembalut diganti sesering mungkin, setidaknya setiap 3–4 jam sekali, atau maksimal setiap 4–6 jam sekali.

Meski demikian, kebutuhan tiap perempuan dapat berbeda karena gejala dan siklus menstruasi tidak sama. Penggantian pembalut dianjurkan lebih sering saat aliran darah sedang deras atau segera ketika pembalut hampir penuh.

Dalam keterangan yang dirangkum, disebutkan jumlah darah menstruasi normal berkisar 5 cc per pembalut. Namun, angka ini bersifat kisaran umum dan dapat berbeda tergantung derasnya aliran darah serta jenis pembalut yang digunakan.

Selain untuk kenyamanan, mengganti pembalut secara rutin dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan area kewanitaan. Pembalut yang dibiarkan terlalu lama dalam kondisi penuh dan lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Pada hari-hari pertama menstruasi, ketika volume darah umumnya lebih banyak, penggantian pembalut disarankan dilakukan lebih sering atau saat mulai terasa tidak nyaman. Sebagian orang juga memilih mengganti pembalut setiap kali ke kamar mandi demi menjaga kenyamanan.

Selain frekuensi penggantian, pemilihan pembalut juga menjadi perhatian. Dr Frida Soesanti, SpA(k) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, menyarankan penggunaan pembalut yang lembut, nyaman, dan sekali pakai. Ia menyebut risiko infeksi bakteri dan infeksi saluran reproduksi cenderung meningkat pada penggunaan pembalut yang dapat dipakai ulang karena kebersihannya tidak bisa dipastikan.

Secara umum, para ahli kesehatan menganjurkan pembalut diganti minimal setiap 4 jam dan maksimal setiap 6 jam. Saat aliran darah sedang deras, terutama di awal menstruasi, penggantian dapat dilakukan lebih sering untuk mengurangi kelembapan dan menekan risiko infeksi.