BERITA TERKINI
Saemen Fest 2026 Digelar 19 Juli di Stadion Kridosono, Hadirkan Dua Panggung Back-to-Back

Saemen Fest 2026 Digelar 19 Juli di Stadion Kridosono, Hadirkan Dua Panggung Back-to-Back

Yogyakarta kembali menjadi sorotan pencinta musik dengan digelarnya Saemen Fest 2026 pada 19 Juli 2026. Festival musik lintas genre ini disebut hadir lebih besar setelah penyelenggaraan pada 2024 dan 2025.

Sejak awal, Saemen Fest dikenal sebagai ruang kolaborasi kreatif yang mempertemukan musisi lintas komunitas, menghadirkan pertunjukan, sekaligus menjadi wadah diskusi industri kreatif. Pada edisi perdana 2024, festival ini menampilkan Bernadya, Opik, Tulus, Endah n Resha, hingga Pamungkas.

Salah satu momen yang disebut paling berkesan pada 2024 adalah kolaborasi eksklusif bersama The Adams yang disaksikan lebih dari 8.000 penonton. Pada 2025, jumlah penonton dilaporkan meningkat menjadi 10.000 orang.

Untuk edisi 2026, Saemen Fest berpindah lokasi ke Stadion Kridosono, Yogyakarta. Penyelenggara menyiapkan dua panggung utama, Echo Stage dan Imba Stage, dengan konsep back-to-back agar penonton dapat menikmati penampilan tanpa jeda panjang.

Nama Saemen diambil dari bahasa Jawa yang berarti “saya itu baik”. Sementara itu, Echo dan Imba disebut memiliki makna filosofis, yakni kebaikan dan pergerakan. Identitas ini disebut mencerminkan semangat lokal yang relevan dengan generasi muda.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman festival yang lebih intens, dengan panggung yang terus hidup,” ujar founder Hectic Creative sekaligus Creative Director Saemen Fest, Gervian Riandra, dalam konferensi pers di Cafe Noted, Yogyakarta, Selasa (30/6).

Dari sisi penampil, line-up Saemen Fest 2026 disebut semakin beragam, di antaranya Sorensis, The Melting Mind, Mario Zwinkel, Mattermos, Vierratale, 510, Skandal, FSTVLST, Nadin Amizah, serta kolaborasi Lomba Sihir, Feast., dan Hindia.

Penjualan tiket juga menunjukkan antusiasme tinggi. Tiket presale 1 hingga 3 dilaporkan telah habis, sementara tiket online yang tersisa disebut sekitar 20%.

“Alhamdulillah, teman-teman sudah percaya dengan konsistensi kami. Bahkan saat pandemi, kami tetap jalan dengan format intimate dan online. Itu bukti komitmen kami untuk tidak mengecewakan penonton,” kata Gervian.

Dengan konsep yang terus berkembang, Saemen Fest disebut tidak hanya menjadi festival musik, tetapi juga ruang pertemuan ide, kreativitas, dan energi anak muda. Pada 2026, ajang ini kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan pengalaman yang diklaim lebih meriah.