BERITA TERKINI
Riset: Lirik Musik Pop Makin Kelam Sejak 1960-an

Riset: Lirik Musik Pop Makin Kelam Sejak 1960-an

Sebuah studi berskala besar menemukan pergeseran signifikan pada lirik musik pop berbahasa Inggris sejak 1960-an. Jika dibandingkan dengan lagu-lagu pop era awal, tema yang diangkat dalam lirik lagu populer kini cenderung bergerak dari nilai-nilai kebaikan menuju nuansa yang lebih gelap.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports ini dilakukan tim dari Queen Mary University London. Para peneliti menganalisis lebih dari 377.000 lagu berbahasa Inggris yang dirilis pada periode 1960–2010 menggunakan basis data musik WASABI. Cakupan riset kemudian diperluas dengan menambahkan sekitar 5.500 lagu dari daftar Billboard Year-End hingga tahun 2023.

Dengan bantuan kecerdasan buatan dan teknik analisis bahasa, tim peneliti melacak kemunculan tema-tema moral tertentu dari dekade ke dekade. Hasilnya menunjukkan penurunan pada sejumlah tema bernilai positif, bersamaan dengan peningkatan tajam pada tema yang bernuansa negatif.

Dalam kategori nilai positif, tema kepedulian—yang mencakup lirik tentang menghibur orang lain, menolong, atau mengurangi penderitaan—tercatat turun 24 persen dalam dataset WASABI dan 30 persen dalam dataset Billboard hingga 2023. Tema kemurnian atau kesucian menurun sekitar 12 persen, sementara tema loyalitas dan kesetiaan terhadap kelompok atau identitas menyusut lebih dari 11 persen.

Di sisi lain, tema-tema kelam menunjukkan tren sebaliknya. Dalam dataset WASABI (1960–2010), tema degradasi—seperti perasaan kotor, rusak, jatuh secara moral, dan tercemar—naik 52 persen. Tema kekerasan dan penderitaan meningkat hampir 49 persen, tema kecurangan dan ketidakadilan naik sekitar 48 persen, sedangkan tema pemberontakan dan penolakan terhadap otoritas bertambah lebih dari 40 persen.

Tren tersebut berlanjut dalam dataset Billboard hingga 2023 dengan peningkatan yang lebih tinggi. Tema kecurangan melonjak hampir 71 persen, degradasi naik 62 persen, dan pemberontakan meningkat lebih dari 50 persen.

Meski demikian, para peneliti menilai temuan ini tidak semestinya dibaca sebagai alasan kepanikan moral. Menurut mereka, perubahan tema dalam lirik lagu lebih tepat dipahami sebagai cerminan dinamika budaya yang berkembang dari waktu ke waktu.