BERITA TERKINI
Riset Kolaboratif Indonesia-Australia Bahas Masa Depan Indonesia Timur, Ini Tiga Fokus Utamanya

Riset Kolaboratif Indonesia-Australia Bahas Masa Depan Indonesia Timur, Ini Tiga Fokus Utamanya

Kolaborasi riset lintas negara antara Indonesia dan Australia diperkuat melalui Kick Off Meeting yang dirangkaikan dengan Indonesia-Australia Symposium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Kampus ITB, Bandung, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi Murdoch University, Australia, dengan para peneliti Indonesia yang akan menjalankan program penelitian kolaboratif. Program ini didukung pendanaan dari KONEKSI, hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama LPDP.

Dalam pertemuan akademik itu, pembahasan turut menyoroti masa depan Indonesia Timur yang akan menjadi objek kajian utama riset kolaboratif Indonesia-Australia. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional.

Anggota tim peneliti, Ismail Suardi Wekke—yang juga menjabat Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan—menyampaikan bahwa riset ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga untuk merumuskan arah pembangunan berbasis riset yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia Timur.

Ismail memaparkan tiga agenda besar yang menjadi fokus pembahasan dalam simposium. “Ada tiga hal yang menjadi fokus pembahasan, yakni memahami Indonesia Timur, belajar dari keberhasilan program Keluarga Berencana dan SD Inpres, serta menyusun peta jalan riset dan pengembangan model bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi sosial, pendidikan, dan pembangunan di Indonesia Timur dipandang sebagai langkah awal untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, pengalaman keberhasilan program Keluarga Berencana dan pembangunan Sekolah Dasar Inpres pada masa lalu dinilai menyimpan pelajaran penting yang masih relevan untuk dikaji dan diadaptasi dalam konteks pembangunan saat ini. “Pengalaman-pengalaman sukses tersebut dapat menjadi referensi dalam merancang strategi pembangunan yang berbasis bukti dan hasil penelitian,” kata Ismail.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat jejaring perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur melalui penyusunan peta jalan riset bersama yang melibatkan akademisi dari berbagai disiplin ilmu.

Melalui kemitraan peneliti Indonesia dan Australia tersebut, diharapkan lahir rekomendasi ilmiah yang dapat mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penguatan kapasitas riset, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur.

Ismail menambahkan, tiga fokus yang dibahas dalam simposium diposisikan sebagai pijakan untuk membangun peta jalan riset dan mengembangkan model kolaborasi bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur.