SEMARANG — Upaya pelestarian musik tradisional terus dilakukan di tengah derasnya arus digitalisasi. Resonansi Nadi berkolaborasi dengan Sanggar Sobokarti Semarang untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengenalkan kembali alat musik tradisional kepada generasi muda.
Kolaborasi ini merespons perubahan pola konsumsi musik masyarakat, khususnya kalangan muda yang kini lebih akrab dengan musik modern dan tren digital. Melalui berbagai konten kreatif, Resonansi Nadi berupaya membangkitkan minat masyarakat terhadap kekayaan musik tradisional Indonesia.
Mengusung semangat “Nada Tradisi, Warisan Negeri”, program tersebut tidak hanya menyajikan konten hiburan, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi digital. Materi yang disampaikan mencakup sejarah, filosofi, hingga teknik memainkan berbagai alat musik tradisional Jawa, yang disusun bersama Sanggar Sobokarti sebagai lembaga seni yang aktif menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Untuk menjangkau audiens lebih luas, beragam format konten digunakan, mulai dari video pendek, reels edukatif, perbandingan visual alat musik tradisional, hingga fitur interaktif di media sosial. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah anggapan bahwa musik tradisional merupakan sesuatu yang kuno, menjadi warisan budaya yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Melalui pemanfaatan platform digital, Resonansi Nadi juga mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penikmat konten, tetapi turut berperan sebagai agen pelestarian budaya. Ruang digital yang positif diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya bangsa sekaligus menjaga musik tradisional tetap hidup dan berkembang di era modern.
Resonansi Nadi dan Sanggar Sobokarti berharap kolaborasi ini dapat membantu mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi berikutnya melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.