Penyanyi Phuong Trinh Jolie mengungkap alasan ia tetap tekun mempelajari musik di usia 38 tahun, sekaligus mengenang perjalanan yang membawanya dekat dengan genre bolero. Ia mengatakan, pengalaman paling membekas baginya bukanlah trofi kemenangan, melainkan proses menghadapi tekanan dan upaya membuktikan kemampuan diri.
Menurut Phuong Trinh Jolie, salah satu tantangan tersulit saat mengikuti kompetisi adalah menginterpretasikan ulang lagu-lagu yang sudah sangat dikenal publik. Ia menilai, peserta dituntut menghadirkan pembawaan yang berbeda tanpa menghilangkan ruh karya aslinya.
“Hal tersulit adalah harus menciptakan kembali lagu-lagu yang sudah sangat terkenal. Mulai dari gaya dan naskah hingga cara lagu itu dibawakan, semuanya harus berbeda namun tetap mempertahankan semangat karya aslinya,” ujar Phuong Trinh Jolie.
Ia juga mengakui bahwa ketika mengikuti kompetisi tersebut, dirinya belum pernah menjalani pelatihan formal dalam bolero. Saat itu, ia lebih banyak bernyanyi berdasarkan perasaan, serta aktif mencari penyanyi senior untuk belajar dari pengalaman mereka. Tekanan semakin besar karena ia harus bersaing dengan penyanyi yang telah lama berkecimpung di bolero.
“Orang sering mengatakan bahwa tanpa tekanan, tidak ada yang menjadi berlian. Kesulitan-kesulitan itulah yang membuat saya selalu berusaha sebaik mungkin setiap kali saya naik ke panggung untuk sepenuhnya menyampaikan emosi saya kepada penonton,” ungkapnya.
Setelah memenangkan kompetisi, kehidupan artistik Phuong Trinh Jolie disebut mengalami banyak perubahan. Ia menyebut salah satu hal yang paling membahagiakan adalah ketika penonton masih mengingat penampilannya lewat lagu-lagu bolero, meski waktu telah berlalu hampir sembilan tahun.
“Setiap kali saya melakukan siaran langsung, banyak penonton yang lebih tua masih mengingatkan saya bahwa saya sangat pandai menyanyikan bolero dan mengingat perjalanan itu. Hampir satu dekade telah berlalu, dan penonton masih mengingat saya; itu membuat saya sangat bahagia,” katanya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri memasukkan bolero ke dalam pertunjukan langsung dan proyek musik pribadi, di samping musik pop. Ia menegaskan tidak ingin membatasi diri pada satu genre.
“Saya ingin menjadi penyanyi dengan beragam gaya musik. Saya tidak ingin membatasi diri pada satu genre saja,” ujarnya.
Kini, Phuong Trinh Jolie kembali terlibat sebagai juri dalam kompetisi “Listen to Me Sing”. Ia mengaku merasakan emosi tersendiri karena teringat pada posisinya sebagai peserta di masa lalu, termasuk rasa gugup saat harus tampil di hadapan juri dan penonton, serta tuntutan mengolah ulang lagu-lagu populer.
“Setiap kali saya menjadi juri dalam sebuah kompetisi, saya teringat pada diri saya di masa lalu. Saya memahami perasaan harus menginterpretasikan ulang lagu-lagu terkenal, dan kegugupan berdiri di depan para juri dan penonton. Oleh karena itu, saya selalu berharap bahwa masukan saya akan membantu para kontestan menjadi lebih percaya diri dalam perjalanan mereka mengejar karier di bidang seni,” tutur Phuong Trinh Jolie.
Dari kontestan menjadi juri, ia memandang perjalanannya sebagai bukti pertumbuhan yang membanggakan. Ia juga menceritakan bahwa sebelum dikenal luas publik, dirinya merupakan penyanyi amatir yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan musik. Sejak kecil, ia kerap mendengarkan Cai Luong (opera tradisional Vietnam) serta lagu-lagu karya Trinh Cong Son, Ngo Thuy Mien, dan Thanh Son.
Pada usia 18 tahun, Phuong Trinh Jolie meraih hadiah utama dalam kompetisi Bintang Penyanyi Televisi yang kemudian membuka jalan menuju karier profesional. Meski telah bertahun-tahun berkiprah, ia menegaskan tetap memilih untuk terus belajar.
“Saya menyadari bahwa bakat saja tidak cukup. Untuk mencapai kesuksesan, Anda harus belajar. Belajar bernyanyi lebih baik, lebih indah, dan menjaga suara Anda untuk waktu yang lama,” ucapnya.
Bagi Phuong Trinh Jolie, setiap pencapaian merupakan awal dari perjalanan berikutnya. Kini, setelah melalui fase juara hingga menjadi juri, ia berharap dapat menginspirasi generasi muda penyanyi agar percaya diri menemukan gaya unik mereka dan terus menekuni jalur artistik yang dipilih.