BERITA TERKINI
Pemkot Surakarta Kenalkan Konsep Javanese Wellness Lewat Festival SUARAGA di Taman Balekambang

Pemkot Surakarta Kenalkan Konsep Javanese Wellness Lewat Festival SUARAGA di Taman Balekambang

Pemerintah Kota Surakarta memperkenalkan konsep Javanese Wellness sebagai arah baru pariwisata Kota Solo melalui Festival SUARAGA yang digelar di Taman Balekambang, Sabtu (4/7/2026). Konsep ini memadukan budaya Jawa, gaya hidup sehat, ruang publik, seni, hingga ekonomi kreatif dalam satu pengalaman wisata bagi masyarakat dan wisatawan.

Wali Kota Solo Respati Ardi membuka hari pertama festival. Ia mengatakan SUARAGA menjadi langkah awal membangun identitas baru Solo, tidak hanya sebagai kota budaya, tetapi juga sebagai destinasi wellness berbasis kearifan lokal.

Menurut Respati, Javanese Wellness merupakan perpaduan gaya hidup sehat dengan kekayaan budaya Jawa. Karena itu, pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan seni, tetapi juga berbagai aktivitas yang ditujukan untuk kesehatan fisik dan mental. Di area Taman Balekambang, rangkaian kegiatan sejak pagi antara lain yoga bersama Anjasmara, mat pilates, senam kesehatan jasmani, sound healing, serta kelas-kelas kreatif yang dikemas dengan nuansa budaya Jawa.

Respati menilai antusiasme pengunjung pada hari pertama menjadi sinyal positif bagi pengembangan Javanese Wellness sebagai produk wisata baru. Ia menyebut ada wisatawan dari luar kota yang datang khusus untuk mengikuti SUARAGA.

Ia juga menilai Solo memiliki modal untuk mengembangkan konsep ini, mulai dari warisan budaya, ruang publik bersejarah, komunitas seni yang aktif, hingga pelaku ekonomi kreatif yang terus bertumbuh.

Dalam festival tersebut, unsur budaya dan ekonomi lokal turut menjadi bagian dari pengalaman wellness. Puluhan UMKM terlibat melalui area Pasar-Pasaran yang menjadi salah satu daya tarik acara. Respati menyebut keterlibatan UMKM sekaligus memperkuat upaya membangun branding baru Solo untuk menarik wisatawan.

Selain aktivitas wellness, SUARAGA menghadirkan sejumlah workshop seperti tea tasting, creative journaling, Racik Candra, dan primbon reading. Memasuki sore hingga malam, acara dilanjutkan dengan pertunjukan musik yang menghadirkan musisi nasional, sementara panggung budaya menampilkan gamelan dan Wayang Orang Solo.

Perwakilan Suaraga Fest, Suherman Soemardi, menjelaskan bahwa acara ini ingin menunjukkan budaya Jawa dapat berkembang dan dipadukan dengan musik, kreativitas, aktivitas komunitas, serta gaya hidup sehat. Unsur raga ditampilkan melalui yoga, mat pilates, senam kesegaran jasmani, dance cardio, dan pengalaman wellness lainnya. Unsur karya hadir melalui instalasi seni, pasar kreatif, kuliner, serta keterlibatan komunitas. Adapun unsur suara diwujudkan melalui pertunjukan musik dengan penampil seperti Barasuara, Nadhif Basalamah, SORE, Silampukau, MALIQ & D’Essentials, ALI, FSTVLST, dan Fanny Soegi.

Suaraga Fest diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Surakarta, Vindes Corp, Boss Creator, dan Mad Haus. Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap konsep Javanese Wellness dapat menjadi identitas baru pariwisata Solo yang menggabungkan kesehatan, budaya, kreativitas, ruang publik, serta pemberdayaan UMKM dalam satu ekosistem wisata yang berkelanjutan, sekaligus mendukung promosi Solo sebagai destinasi Wellness City 2030.