BERITA TERKINI
Oni K. Wattimena Tampil di Blues Night Kafe Auk Palu, Penonton Bernyanyi Bersama hingga Penutup Emosional

Oni K. Wattimena Tampil di Blues Night Kafe Auk Palu, Penonton Bernyanyi Bersama hingga Penutup Emosional

PALU — Musisi senior Indonesia, Oni K. Wattimena, tampil dalam gelaran Blues Night di Kafe Auk, Kota Palu, Jumat malam, 26 Juni 2026. Penampilan gitaris sekaligus vokalis blues itu menarik perhatian ratusan penikmat musik dan menjadi ajang temu lintas komunitas yang merindukan atmosfer musik blues di Palu.

Oni K. Wattimena merupakan musisi kelahiran Maluku yang tumbuh besar di Makassar dan Manado. Ia dikenal sebagai gitaris dan penyanyi, serta hingga kini aktif bersama band funk dan blues #Ronaldgang. Dalam perjalanan kariernya, Oni telah tampil di sejumlah kota besar di Indonesia, antara lain Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali.

Sejak awal pertunjukan, Kafe Auk dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung aksi Oni. Acara ini juga disebut mempertegas peran Auk Coffee sebagai ruang kreatif yang konsisten menghadirkan pertunjukan musik di Palu.

Dalam konser tersebut, Oni didampingi musisi lokal Palu: Rian Panintjo (gitar), Kiky Haedar (gitar), Fahmi Amri (drum), Hanif (bass), dan Pay (keyboard). Kolaborasi itu menghasilkan aransemen yang mendapat apresiasi penonton.

Pertunjukan dibuka dengan lagu The Thrill Is Gone milik B.B. King yang membawa penonton ke nuansa blues klasik. Oni kemudian membawakan sejumlah lagu ikonik, di antaranya I Shot the Sheriff yang dipopulerkan Eric Clapton serta Hoochie Coochie Man karya Muddy Waters.

Suasana kian semarak saat Oni membawakan I Don’t Want to Miss a Thing dari Aerosmith. Ia mengajak penonton bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat dan akrab di dalam kafe.

Di sela pertunjukan, Oni menyampaikan apresiasi kepada musisi Palu yang dinilainya memiliki kualitas permainan yang baik dan semangat tinggi dalam mengembangkan musik. Acara ini juga memberi ruang bagi vokalis lokal untuk tampil bersama Oni, yakni Epong, Yaya Kith, dan Achi The Box.

Sejumlah penonton turut menyampaikan kesan mereka. Neni Muhidin, sahabat lama Oni yang hadir di lokasi, mengaku bahagia dapat kembali menyaksikan penampilan musisi yang telah lama diidolakannya. “Saya sangat senang dengan kehadiran Oni K. Wattimena di Palu. Saya termasuk yang mengidolakannya, karena beliau benar-benar menekuni musik dengan jiwa dan penuh penghayatan,” ujar Neni. Ia juga mengapresiasi Faruk selaku pemilik Kafe Auk yang dinilainya konsisten menyediakan ruang kreativitas bagi musisi di Palu.

Hal serupa disampaikan Farid Podungge. Menurutnya, kegiatan seperti Blues Night penting untuk terus didukung karena menjadi wadah kolaborasi musisi lokal sekaligus memperkaya kehidupan seni musik di Palu.

Menjelang akhir pertunjukan, Oni menutup penampilannya dengan Still Got the Blues karya Gary Moore. Penonton ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana emosional yang menjadi penutup gelaran Blues Night malam itu.

Blues Night di Auk Coffee disebut tidak hanya menjadi hiburan bagi penikmat musik, tetapi juga mempererat silaturahmi antarmusisi dan komunitas musik di Palu. Antusiasme pengunjung menjadi penanda bahwa musik blues masih memiliki tempat di hati para pencintanya.