Komposer Nguyen Ba Hung memperkenalkan proyek musik anak-anak berisi delapan lagu baru yang dirilis melalui kanal YouTube “Little Duckling Gets a Perfect Score”. Proyek ini ditujukan untuk anak-anak, mulai dari usia prasekolah hingga mereka yang baru mulai belajar dasar-dasar seperti alfabet.
Salah satu bagian dari proyek tersebut adalah seri “Belajar Alfabet” yang terdiri dari tiga lagu. Melalui melodi yang ceria dan lirik yang mudah diingat, anak-anak diajak mengenal tiga huruf Vietnam: a, b, dan c. Dalam seri ini, anak-anak ditemani tokoh utama berupa seekor anak bebek kecil bernama Lim, dengan ilustrasi yang dibuat hidup dan lucu agar mudah menarik perhatian.
Selain seri alfabet, proyek ini juga memuat lagu-lagu yang menggambarkan situasi sederhana dalam keseharian anak. Daftar lagu yang disebutkan meliputi “Anak Bebek Berbulu Kuning Bangun Tidur”, “Anak Bebek Menatap Ladang Bunga”, “Anak Bebek Belajar Berenang”, “Anak Bebek Bertemu Kura-kura”, serta “Bayi Belajar Not Musik”. Menurut keterangan dalam proyek tersebut, setiap lagu disusun sebagai cerita atau pengamatan kecil yang dekat dengan dunia anak, dari belajar huruf dan not musik hingga pelajaran tentang kehidupan di sekitar mereka.
Nguyen Ba Hung menempatkan karakter Lim sebagai pusat penceritaan, menggambarkan seekor anak bebek yang menjelajahi lingkungan sekitarnya. Dalam pendekatannya, ia tidak mengikuti tren musik anak yang cepat dan energik, melainkan mempertahankan gaya yang lebih tradisional dengan ritme jelas dan melodi sederhana, dengan tujuan menghadirkan dampak emosional yang kuat.
Dalam proses produksi, Nguyen Ba Hung juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat bantu. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung aransemen, mixing, perekaman, hingga produksi video. Visual yang ceria, termasuk tampilan tokoh bebek Lim, disebut menjadi salah satu elemen yang menonjol berkat dukungan teknologi ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran teknologi hanya sebagai pendamping dan tidak menggantikan emosi manusia yang menjadi dasar penciptaan karya.
Proyek ini hadir di tengah situasi ketika komposisi baru untuk musik anak disebut semakin jarang, seiring berkurangnya penulis lagu yang secara konsisten menulis untuk anak-anak. Meski “The Perfect Score Duckling” dinilai masih memiliki ruang perbaikan dari sisi musik, visual, dan penyajian, karya tersebut dipandang sebagai hadiah bermakna bagi anak-anak, terutama untuk mengisi waktu di musim panas.