BERITA TERKINI
Musik Buatan AI Mulai Muncul di Daftar Putar Kafe di Tengah Aturan Hak Cipta

Musik Buatan AI Mulai Muncul di Daftar Putar Kafe di Tengah Aturan Hak Cipta

Pemberlakuan peraturan yang mewajibkan kafe membayar biaya pemutaran musik mulai 1 Juli memunculkan kebingungan di kalangan pemilik usaha. Banyak pemilik kafe mempertanyakan cara menerapkan aturan tersebut sekaligus menentukan pilihan musik yang sesuai dengan suasana tempat, tanpa meningkatkan risiko pelanggaran hak cipta.

Di tengah situasi itu, musik yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) mulai muncul sebagai alternatif dalam daftar putar sejumlah kafe. Laporan Tri Thức - Znews menyebutkan, sebuah kafe di distrik An Khánh, Kota Ho Chi Minh, pada 1 Juli memutar musik yang teridentifikasi sebagai karya AI.

Identifikasi dilakukan menggunakan Shazam, aplikasi pengenalan lagu. Hasilnya menunjukkan melodi lembut yang diputar—umumnya cocok sebagai musik latar—berasal dari kanal YouTube bernama Hiwava.

Menurut laporan tersebut, kanal Hiwava belum memiliki pengakuan yang luas, namun hadir di beberapa platform seperti Spotify, YouTube, dan Apple Music. Ciri yang menonjol adalah volume serta frekuensi rilis yang sangat besar, dengan sebagian video diberi label secara jelas oleh YouTube.

Meski demikian, keberadaan musik AI itu nyaris tidak disadari pengunjung. Seorang pelanggan yang bekerja di kafe itu mengatakan ia tidak menyadarinya. “Saya juga tidak menyadarinya. Selama musiknya enak didengar, itu tidak masalah,” ujarnya saat ditanya apakah ia tahu sedang mendengarkan musik AI.

Berbeda dengan pelanggan yang cenderung tidak memperhatikan sumber lagu, pemilik kafe kini menghadapi tantangan baru dalam menentukan pasokan musik harian. Seiring pengetatan aturan hak cipta untuk operasional bisnis, beberapa kafe mulai meninjau ulang pilihan mereka—mulai dari platform berlisensi dan layanan streaming komersial, hingga mempertimbangkan musik berbasis AI sebagai opsi tambahan.

Namun, sejumlah ahli menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa musik AI akan menjadi arus utama. Kerangka hukum terkait karya yang dihasilkan AI masih terus disempurnakan di banyak negara. Di sisi lain, kualitas dan keunikan musik AI juga dinilai sangat bergantung pada alat yang digunakan serta pihak yang membuat dan mengunggah konten.

Meski begitu, kemunculan musik AI di beberapa kafe menunjukkan bahwa teknologi ini tidak selalu harus bersaing dengan musisi di tangga lagu. Sebaliknya, AI berpotensi mengisi kebutuhan pasar yang kerap luput dari perhatian, tetapi memiliki permintaan tinggi, yakni musik latar untuk ruang-ruang komersial.