BERITA TERKINI
Mengenali Digital Fatigue: Lima Tanda Kelelahan Akibat Paparan Layar Berlebihan

Mengenali Digital Fatigue: Lima Tanda Kelelahan Akibat Paparan Layar Berlebihan

Di era digital, banyak aktivitas sehari-hari berlangsung melalui layar—mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan. Tanpa disadari, durasi menatap smartphone, laptop, atau tablet dapat terus bertambah dari hari ke hari. Kondisi ini berpotensi memicu kelelahan fisik dan mental yang kerap tidak langsung disadari.

Kelelahan akibat paparan perangkat digital secara berlebihan dikenal sebagai digital fatigue. Dampaknya tidak hanya berupa mata lelah, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga kualitas tidur. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko menurunkan produktivitas dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Berikut lima tanda yang dapat mengindikasikan seseorang sedang mengalami digital fatigue.

1. Mata cepat lelah dan sulit fokus

Salah satu keluhan yang paling umum adalah mata terasa cepat lelah dan fokus menjadi lebih sulit, terutama setelah berjam-jam menatap layar. Kondisi ini dapat muncul saat bekerja, belajar, atau mengakses hiburan digital dalam waktu lama.

2. Mudah lelah secara mental

Meski tidak banyak bergerak, seseorang bisa merasa sangat lelah setelah seharian mengikuti rapat online, membalas pesan, atau berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Penelitian dalam Frontiers in Psychology (2021) menyebutkan beban kognitif akibat multitasking digital dapat meningkatkan kelelahan mental dan menurunkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi dalam waktu lama.

3. Kualitas tidur menurun

Kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur dapat mengganggu kualitas istirahat. Menurut penelitian dalam Sleep Medicine Reviews (2020), paparan cahaya biru (blue light) dari layar dapat menghambat produksi hormon melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, seseorang bisa lebih sulit tertidur dan bangun dalam kondisi kurang segar keesokan harinya.

4. Lebih mudah emosi dan kehilangan motivasi

Digital fatigue juga dapat memengaruhi suasana hati. Dalam kondisi lelah secara mental, seseorang bisa lebih mudah tersulut emosi dan merasa motivasi menurun, terutama ketika paparan informasi dan notifikasi datang terus-menerus.

5. Menggunakan ponsel secara otomatis dan sulit benar-benar beristirahat

Perilaku membuka media sosial secara otomatis lalu lupa tujuan awal juga dapat menjadi tanda. Penelitian dalam Journal of Behavioral Addictions (2019) menunjukkan penggunaan smartphone secara kompulsif dapat meningkatkan kelelahan mental sekaligus mengurangi kemampuan seseorang untuk benar-benar beristirahat.

Kelima tanda tersebut menunjukkan bahwa kelelahan tidak selalu berasal dari pekerjaan yang berat. Paparan layar berkepanjangan dan derasnya arus informasi juga dapat menguras energi fisik maupun mental tanpa disadari.

Jika mulai merasakan gejala-gejala itu, memberi jeda dari perangkat digital dapat membantu. Berjalan kaki sebentar, menikmati udara segar, membaca buku, atau mengobrol langsung dengan orang terdekat bisa menjadi cara untuk membuat pikiran lebih rileks dan memulihkan fokus.