Mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya soal menikmati kemegahan bangunan bersejarah peninggalan akhir abad ke-8. Sepanjang tahun, kawasan Borobudur juga menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya, perayaan keagamaan, hingga ajang olahraga yang menarik perhatian ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Borobudur dari sisi yang berbeda, sejumlah agenda tahunan bisa menjadi pilihan. Untuk memudahkan perjalanan, tiket masuk Candi Borobudur dapat dipesan lebih awal agar kunjungan lebih nyaman dan terorganisir.
Berikut beberapa agenda tahunan yang rutin digelar di kawasan Candi Borobudur.
1. Hari Raya Waisak
Hari Raya Waisak merupakan perayaan paling sakral bagi umat Buddha dan umumnya digelar pada bulan Mei saat purnama. Perayaan ini memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama—kelahiran, pencerahan, dan wafat—yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak.
Rangkaian acara dimulai dengan prosesi dari Candi Mendut, dilanjutkan ke Candi Pawon, dan berakhir di Candi Borobudur. Selama prosesi, peserta melakukan meditasi dan doa bersama. Salah satu momen yang menjadi perhatian publik adalah pelepasan ribuan lampion ke langit malam, yang dimaknai sebagai simbol harapan dan doa bagi kedamaian dunia.
2. Borobudur Marathon
Ajang lari Borobudur Marathon digelar setiap November di Taman Lumbini, kawasan kompleks Candi Borobudur. Pada 2025, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 16 November. Borobudur Marathon bermula pada 1990 dengan nama “Bob Hasan 10K” yang bertujuan mempromosikan pariwisata sekaligus gaya hidup sehat.
Lomba ini menyediakan beberapa kategori, yakni Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21,097 km), dan 10K. Pada edisi 2025 yang bertajuk Bank Jateng Borobudur Marathon, jumlah peserta diperkirakan sekitar 11.500 pelari dari 38 negara.
3. Borobudur Night Carnival (BNC)
Borobudur Night Carnival merupakan karnaval malam yang diadakan setiap tahun di sekitar Candi Borobudur. Kegiatan ini memadukan unsur budaya dan hiburan malam dalam suasana yang meriah. Karnaval menampilkan seni dan budaya dari puluhan desa di Kecamatan Borobudur serta berbagai kota di Jawa Tengah.