BERITA TERKINI
Kisah Band yang Kehilangan Seluruh Personel akibat Kecelakaan

Kisah Band yang Kehilangan Seluruh Personel akibat Kecelakaan

Dunia musik kerap menghadirkan karya-karya yang menemani banyak orang, namun ada pula kisah tragis yang membuat perjalanan sebuah band terhenti selamanya. Sejumlah grup musik bahkan kehilangan seluruh personelnya dalam satu peristiwa kecelakaan, meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak karya yang terus dikenang.

Berikut deretan band yang disebut mengalami kehilangan seluruh personel akibat kecelakaan.

1. Viola Beach

Viola Beach merupakan band indie pop asal Inggris yang beranggotakan Kris Leonard, Jack Dakin, River Reeves, dan Tomas Lowe. Pada 2016, mereka disebut tengah menapaki karier internasional dan baru tampil di sebuah festival musik di Swedia.

Dalam perjalanan menuju bandara, mobil yang mereka tumpangi bersama manajer dilaporkan terjun dari jembatan gantung ke kanal sedalam 25 meter. Seluruh personel dan manajer mereka meninggal dunia. Saat itu, album debut mereka disebut belum sempat dirilis secara resmi.

2. Her's

Her's adalah duo indie asal Liverpool yang digawangi Stephen Fitzpatrick dan Audun Laading. Musik mereka disebut sedang mendapat sorotan positif di skena musik dunia.

Pada 2019, ketika menjalani tur di Amerika Serikat, van yang mereka kendarai dilaporkan mengalami tabrakan adu banteng dengan kendaraan lain di jalan tol Arizona. Kecelakaan tersebut memicu kebakaran besar. Stephen, Audun, dan manajer tur mereka meninggal di lokasi kejadian.

3. Van Der Dijs

Dari skena musik metal Venezuela, disebut ada band death metal/grindcore bernama Van Der Dijs. Mereka dikenal dengan musik agresif dan lirik yang tajam.

Menurut informasi yang dituliskan, musibah menimpa band ini saat sedang latihan di sebuah studio. Infrastruktur studio dilaporkan runtuh ketika gempa terjadi di Venezuela pada 24 Juni 2026. Seluruh personel Van Der Dijs tertimbun puing bangunan dan dinyatakan meninggal dunia.

Tragedi yang merenggut seluruh personel dalam satu waktu menjadi pukulan besar bagi komunitas dan industri musik. Meski demikian, karya yang ditinggalkan band-band tersebut tetap bertahan sebagai pengingat perjalanan mereka.