PT Duta Abadi Primantara, pemegang lisensi King Koil Indonesia, meluncurkan lini matras eksklusif The All New King Koil Legacy Collection dalam pertemuan prinsipal dan mitra diler internasional di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
Peluncuran ini disebut sebagai langkah strategis perusahaan untuk merespons pergeseran gaya hidup konsumen yang kian memprioritaskan kualitas tidur atau sleep wellness sebagai investasi kesehatan jangka panjang. President Director PT Duta Abadi Primantara, Anthony Setiawan, mengatakan perusahaan berupaya menghadirkan disrupsi di industri perlengkapan tidur domestik melalui kombinasi inovasi teknis dan penggunaan material bernilai tinggi.
“Legacy Collection merupakan wujud komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi terbaik di industri sleep wellness. Koleksi ini bukan hanya menawarkan kenyamanan optimal, tetapi juga memberikan pengalaman tidur yang terbaik dan menjadi standar baru dalam kategori luxury mattress,” ujar Anthony dalam siaran pers, Rabu (24/6/2026).
Menurut Anthony, perpaduan rekayasa teknologi dan craftsmanship kelas dunia pada koleksi ini dirancang untuk memberi dampak terhadap produktivitas serta kualitas hidup pengguna secara keseluruhan.
Untuk memperkuat posisinya di segmen atas, Legacy Collection mengintegrasikan tiga inovasi material komponen dari pasar Eropa dalam satu sistem matras. King Koil mengadopsi teknologi Superior Micro Coils dari Inggris yang menyematkan hingga 3.000 pegas mikro tanpa perekat, dengan tujuan membaca kontur tulang belakang secara akurat sekaligus meredam efek pergerakan.
Pada lapisan atas, perusahaan menerapkan Ultra-HD Cloud BioCell dari Spanyol, material berbasis minyak alami yang diklaim memiliki kinerja pelepasan panas tubuh 25 kali lebih cepat dibandingkan busa setipe di pasaran. Selain itu, King Koil juga menyatakan menjadi entitas tunggal di pasar domestik yang menggunakan material Vita Talalay Latex asal Belanda. Material yang diproduksi melalui sembilan tahapan manufaktur eksklusif tersebut disebut menciptakan struktur sirkulasi udara optimal dan memiliki sifat hypoallergenic untuk menangkal tungau.
Spesifikasi teknis matras ini turut dilengkapi konsep Natural Fiber Enrichment yang mengombinasikan wol Prancis dan serat unta sebagai sistem insulasi termal. Pada elemen kain luar, Legacy Collection menggunakan Micro HD Tencel Belgium Knit yang didukung teknologi 3D Plush Air Pockets. Sementara itu, bagian inti ditopang Auto Response Gold Coil System berlapis German Thermal Gold untuk merespons dinamika bobot pengguna.
Perusahaan menilai upaya mengawinkan material lintas benua dengan teknologi ergonomi mencerminkan perubahan peta persaingan pasar furnitur ke arah health-tech. Dalam konteks ini, konsumen kelas atas disebut tidak lagi hanya mencari produk untuk fungsi istirahat, tetapi juga menuntut spesifikasi teknis seperti manajemen termal dan dukungan struktur ortopedi guna menunjang gaya hidup sehat modern.
Rangkaian inovasi teknologi tersebut juga disematkan pada varian lain, yakni Princess Collection dan Noble Collection. Ketiga portofolio ini memulai debut pemasaran di Jakarta Fair Kemayoran pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 serta di butik eksklusif Sleep & Co. Jakarta.
Ke depan, perusahaan menargetkan perluasan distribusi lini premium ini secara bertahap melalui jaringan ritel perlengkapan tidur mitra resmi di berbagai kota besar di Indonesia.