Kesempatan band etnik modern asal Aceh, Keubitbit, untuk tampil dalam sebuah festival musik di Kanada terancam batal meski mereka telah mengantongi dukungan pendanaan. Kendala utama terletak pada skema pencairan dana yang sebagian besar baru bisa diterima setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Situasi tersebut disampaikan personel Keubitbit, Raden Trio Ananda, melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada Minggu, 28 Juni 2026. Raden, yang memainkan seurune dan saksofon, menjelaskan bahwa pendanaan yang telah diperoleh banyak menggunakan mekanisme reimbursement.
“Kami bersyukur karena perjalanan ini sebenarnya sudah mendapatkan dukungan pendanaan. Namun ada satu tantangan, sebagian besar pendanaan menggunakan skema reimbursement (cair setelah kegiatan selesai),” tulis Raden.
Padahal, sejumlah kebutuhan penting harus dipenuhi sebelum keberangkatan, seperti pembelian tiket pesawat dan pengurusan visa. Keubitbit dijadwalkan bertolak ke Kanada pada 2 Juli 2026.
“Sementara keberangkatan sudah dekat dan kebutuhan utama seperti tiket pesawat dan pengurusan visa harus dieksekusi sekarang. Kami akan bertolak ke Kanada pada tanggal 2 Juli 2026,” lanjutnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Keubitbit membuka peluang kerja sama bagi individu, lembaga, maupun perusahaan yang bersedia memberikan dana talangan sementara agar proses keberangkatan dapat terlaksana. Raden menekankan bahwa bantuan yang diharapkan bukan donasi, melainkan dana talangan yang akan dikembalikan sepenuhnya setelah pendanaan resmi dari sponsor dicairkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Band yang pernah masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020 itu juga menyatakan siap menunjukkan proposal, rincian anggaran, serta dokumen pendukung kepada pihak yang berminat membantu atau menjembatani komunikasi dengan calon sponsor.
“Seluruh nominal dana talangan akan dikembalikan penuh setelah dana sponsor dicairkan sesuai skema yang berjalan. Kami juga menyiapkan proposal lengkap, rincian anggaran, serta bukti pendanaan yang sudah masuk dan akan cair,” tulis Raden mewakili bandnya.
Keubitbit berharap kesempatan memperkenalkan musik tradisi Nusantara di panggung internasional tidak terhenti karena kendala teknis pendanaan. “Musik tradisi Nusantara bisa berbunyi lebih jauh lagi,” tutup Raden.