BERITA TERKINI
Kemenag Rencanakan Program Taaruf “Golek Garwo” Jadi Agenda Rutin

Kemenag Rencanakan Program Taaruf “Golek Garwo” Jadi Agenda Rutin

JAKARTA — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) berencana menjadikan program taaruf “Golek Garwo” sebagai agenda rutin. Program ini disiapkan sebagai salah satu upaya merespons tren penurunan angka pernikahan yang disertai meningkatnya angka perceraian.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, “Golek Garwo” merupakan salah satu ikhtiar Kemenag untuk menjawab persoalan sosial tersebut. “Ini juga merupakan salah satu jawaban tren di mana pernikahan selalu turun pada sisi yang lain perceraian juga selalu meningkat begitu,” ujar Abu saat ditemui di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Menurut Abu, potensi penyelenggaraan program serupa di berbagai daerah dinilai besar. Karena itu, Kemenag telah mengevaluasi pelaksanaan tahun ini dan merancang agar “Golek Garwo” dapat menjadi agenda tahunan.

“Merancang ke depan ini akan menjadi salah satu agenda tahunan yang akan kita lakukan dan berharap bisa ya mungkin setahun dua kali untuk memberikan fasilitasi kepada mas-mas, mbak-mbak yang memang apa namanya berikhtiar untuk menemukan jodoh,” kata Abu.

Ia berharap forum taaruf yang difasilitasi Kemenag dapat memberi ruang bagi peserta untuk saling mengenal lebih intensif sebelum menikah. Dengan perkenalan yang lebih mendalam, calon pasangan diharapkan memiliki persiapan yang lebih matang dalam membangun rumah tangga.

“Kami berharap perkenalan bisa dilakukan lebih intensif lalu kemudian terbentuknya persiapan sebelum melaksanakan akad nikah juga semakin baik sehingga nanti keluarga Sakinah bisa betul-betul diwujudkan dalam keluarga mereka,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, program “Golek Garwo” masih dibatasi bagi peserta dari Jakarta dan sekitarnya agar pelaksanaan dapat lebih optimal. Namun, Kemenag membuka peluang untuk memperluas penyelenggaraan program ini ke berbagai daerah pada kegiatan berikutnya.

Program “Golek Garwo” merupakan kolaborasi Ditjen Bimas Islam, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), dan Komunitas Golek Garwo. Hingga pelaksanaan berlangsung, panitia mencatat sebanyak 400 peserta telah terkonfirmasi hadir.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pendaftaran langsung di lokasi masih dibuka. “Hari ini yang terkonfirmasi hadir ada 400 orang. Memang lebih banyak perempuan daripada laki-laki, yang laki-laki tadi sekitar 30 persen ya, sisanya perempuan,” kata Abu.

Ia menambahkan, “kelihatannya ini masih mungkin bisa lebih banyak lagi dari 400 karena ini masih ada pendaftaran yang dilakukan secara on the spot di lokasi ini.”