Kecapi Tinh, yang juga dikenal sebagai Tinh Tau, merupakan alat musik tradisional milik kelompok etnis Tay, Nung, dan Thai. Instrumen ini memiliki struktur khas: kotak suara dibuat dari labu kering, dipadukan dengan leher kayu, dan umumnya menggunakan dua hingga tiga senar.
Karakter bunyi kecapi Tinh tidak menonjol dengan volume keras. Suaranya cenderung lembut dan hangat, kerap dianalogikan seperti “napas” pegunungan dan hutan. Dalam pertunjukan, kecapi Tinh berperan sebagai pengiring sekaligus “suara kedua” yang menyatu dengan lirik lagu-lagu rakyat Then, membangun suasana dan mengarahkan emosi pendengar. Karena itu, kecapi Tinh kerap tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.
Di wilayah Viet Bac yang dikenal kaya identitas budaya, kecapi Tinh dan nyanyian Then telah lama menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan spiritual masyarakat Tay. Pada festival-festival desa, permainan kecapi Tinh yang berpadu dengan lagu Then hadir sebagai medium penceritaan tentang tanah, masyarakat, serta keyakinan pada kebaikan. Dalam konteks ini, nyanyian Then dan kecapi Tinh disebut sebagai “jiwa dan esensi kehidupan spiritual” masyarakat Viet Bac.
Di luar nilai kebudayaan, đàn tính juga dipandang sebagai “jembatan” yang mendekatkan Thai Nguyen dengan wisatawan. Berbagai pertunjukan dan pengalaman budaya turut membawa bunyi instrumen ini ke lebih banyak tempat, sekaligus mendukung upaya pelestarian dan penyebaran warisan tersebut.
Pengrajin Luu Sung Dong dari dusun Na Chat, komune Lam Vi, yang telah berkecimpung dengan pembuatan dan permainan alat musik zither selama lebih dari 30 tahun, menggambarkan kedekatan masyarakat dengan instrumen ini. “Zither bukan hanya untuk pertunjukan. Bagi kami, itu adalah suara jiwa. Setiap kali saya memainkan zither, saya merasa seperti sedang bercakap-cakap dengan leluhur saya, dengan pegunungan dan hutan,” ujarnya.