Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kepulauan Riau, Ismet Abdullah, menggelar reses untuk menyerap aspirasi warga di RT 01/RW 04, Jalan Sei Serai Kampung Haji, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kamis (16/07) malam. Pertemuan tatap muka berlangsung hangat dengan dihadiri puluhan warga setempat.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ismet yang merupakan mantan Gubernur Kepulauan Riau periode 2006–2010 hadir didampingi istrinya, Aida Zulaikha Nasution, serta tim kerja. Rombongan disambut Ketua RT 01 Fahrizal bersama warga yang menyampaikan sejumlah persoalan di lingkungan mereka.
Fahrizal menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ismet yang turun langsung menemui warga. Ia menyebut kondisi jalan kampung saat ini sudah baik, namun warga masih memiliki beberapa kebutuhan. Di antaranya bantuan pengadaan tenda dan kursi karena selama ini harus meminjam, serta rencana pemanfaatan lahan yang telah dihibahkan ke pemerintah kota untuk pembangunan tempat pertemuan warga dan Posyandu yang sementara masih menumpang di rumah warga. Warga juga berencana menata kawasan pinggir jalan untuk mendukung UMKM.
Selain itu, Fahrizal turut mengapresiasi dukungan Lurah Sei Jang, Honggo Zulfika, dalam perjuangan aspirasi warga terkait pengaspalan dan lampu jalan di kawasan Sei Serai. Ia menambahkan, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai pendidikan gratis serta persoalan lahan warga yang belum bersertifikat.
Menanggapi masukan tersebut, Ismet menjelaskan reses di lokasi itu merupakan titik kedua dari total 26 titik yang dijadwalkan ia kunjungi di wilayah Kepulauan Riau, meliputi Tanjungpinang, Batam, Karimun, Anambas, hingga Natuna. Ia menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari tugas DPD RI untuk mendatangi masyarakat dan mendengar langsung kesulitan yang dihadapi.
Ismet juga memaparkan tiga tugas utama DPD RI, yakni fungsi legislasi, pengawasan lembaga pemerintah terkait daerah, serta mendorong penyelesaian persoalan konkret warga. Ia menyampaikan DPD RI tengah memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Kepulauan dan Undang-Undang Desa. Menurutnya, apabila RUU Kepulauan berhasil disiapkan, wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau berpeluang memperoleh dana afirmasi khusus dari pemerintah pusat yang dapat dialokasikan untuk pembangunan fasilitas vital, seperti sekolah dan rumah sakit.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan keluhan secara langsung. Jefri menyoroti persoalan pendidikan, termasuk puluhan ribu pelajar yang disebut gagal mendaftar ulang di perguruan tinggi negeri karena mahalnya biaya kuliah, serta mempertanyakan langkah DPD dalam memperjuangkan program pendidikan gratis.
Sementara itu, warga lainnya, Beni Gabut, menyampaikan usulan terkait infrastruktur dan lingkungan. Ia mengusulkan pengaspalan jalan, pembangunan balai pertemuan serbaguna, serta pemenuhan akses air bersih (air ledeng) untuk mengantisipasi intrusi air laut yang dikaitkan dengan menyusutnya hutan bakau di kawasan Kampung Haji.
Seluruh aspirasi, keluhan, dan masukan warga dicatat oleh tim DPD RI. Ismet menegaskan poin-poin yang dinilai krusial akan dibawa untuk dibahas secara formal dalam sidang di Jakarta setelah masa reses berakhir.