BERITA TERKINI
Indonesia Teken Perjanjian Pendirian WAICO di WAIC 2026 Shanghai

Indonesia Teken Perjanjian Pendirian WAICO di WAIC 2026 Shanghai

Indonesia resmi mendukung pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menandatangani perjanjian pendiriannya di sela konferensi World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.

Dokumen tersebut merupakan kesepakatan negara-negara penandatangan untuk membentuk WAICO sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang independen dan memiliki personalitas hukum internasional. Negara yang menandatangani perjanjian ini disebut akan menjadi pendiri sekaligus anggota WAICO.

Airlangga menyebut penandatanganan itu sebagai tonggak penting dalam pengembangan kemitraan strategis antarnegara untuk mendorong tata kelola kecerdasan artifisial (AI). Ia juga mengatakan langkah tersebut menandai babak baru berdirinya WAICO sebagai organisasi yang berfokus pada kerja sama AI di ranah sipil secara inklusif dan non-diskriminatif.

Menurut Airlangga, keterlibatan Indonesia sebagai salah satu pendiri WAICO dinilai strategis untuk memastikan arah pengembangan tata kelola AI global tetap berpusat pada manusia (human-centric approach) dan menghadirkan manfaat yang setara bagi seluruh negara, terutama negara berkembang, dalam mendorong pembangunan serta pertumbuhan ekonomi.

“Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO hari ini adalah tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global. Kehadiran para perwakilan Pemerintah negara sahabat menegaskan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam mengelola AI agar lebih aman, tepercaya, dan beretika,” kata Airlangga di Shanghai, Kamis (16/07).

Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi WAICO disebut menjadi wujud komitmen memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola AI. Sebelum penandatanganan, Airlangga juga bertemu dengan Presiden China Xi Jinping serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Airlangga menjelaskan penandatanganan dilakukan atas arahan Presiden Prabowo, sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi yang mempercepat Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.

Dalam konteks itu, Indonesia dinilai perlu terlibat langsung dalam kerja sama internasional dan tata kelola global AI agar pengembangannya berjalan sehat serta mengarah pada pemanfaatan yang bermanfaat, aman, dan adil bagi kepentingan seluruh umat manusia, sesuai tujuan dan prinsip Piagam PBB.

Penandatanganan perjanjian pendirian WAICO dilakukan bersama perwakilan sekitar 30 negara, termasuk Tiongkok sebagai tuan rumah, Brazil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan, dan sejumlah negara lainnya.