BERITA TERKINI
Indonesia Sampaikan Tiga Agenda Strategis untuk Perkuat Peran di Kepemimpinan Kehutanan Global

Indonesia Sampaikan Tiga Agenda Strategis untuk Perkuat Peran di Kepemimpinan Kehutanan Global

Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam agenda kehutanan dan iklim global melalui partisipasi dalam Ministerial Event Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) bertajuk “From Glasgow to Addis Ababa: Building Momentum on Forests from COP30 to COP32” di Kew Gardens, London.

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin kehutanan dan iklim dunia tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai tantangan global saat ini tidak lagi berhenti pada peningkatan ambisi, melainkan memastikan komitmen yang sudah dibuat benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan.

“Tantangan global saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan ambisi, melainkan memastikan ambisi tersebut diterjemahkan menjadi aksi nyata yang terukur di lapangan melalui kemitraan yang kuat, kerja sama yang praktis, dan investasi yang berkelanjutan,” ujar Raja Juli Antoni, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Indonesia menyampaikan tiga agenda strategis yang disebut mencerminkan kontribusi sekaligus kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola kehutanan global. Agenda pertama adalah pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi (high-integrity carbon market) sebagai instrumen untuk mendorong pembiayaan konservasi, restorasi ekosistem, pengelolaan hutan lestari, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga hutan.

Pemerintah Indonesia, menurut Raja Antoni, terus memperkuat tata kelola karbon melalui penyempurnaan regulasi nasional untuk menghadirkan kepastian hukum, transparansi, dan kredibilitas lingkungan dalam perdagangan karbon sektor kehutanan.

“Indonesia meyakini bahwa pasar karbon yang berintegritas dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan pendanaan global bagi perlindungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” kata Raja Antoni.

Agenda kedua yang disampaikan adalah penguatan peran International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform global untuk kerja sama, pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta inovasi dalam pengelolaan lahan gambut tropis.

Indonesia menilai pengalaman dan kapasitas nasional menjadi modal penting, mengingat negara ini memiliki sekitar 13 juta hektare ekosistem gambut tropis yang disebut sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar dunia, sekaligus ekosistem penting bagi ketahanan iklim dan keanekaragaman hayati.

Indonesia juga mengajak negara-negara anggota FCLP untuk memperluas kolaborasi melalui ITPC guna mempercepat pengembangan solusi berbasis sains dan praktik terbaik dalam pengelolaan gambut tropis.