BERITA TERKINI
IIB Darmajaya Gelar Ethno Tourism Fest 2026, Angkat Musik Tradisional dengan Sentuhan Modern

IIB Darmajaya Gelar Ethno Tourism Fest 2026, Angkat Musik Tradisional dengan Sentuhan Modern

BANDAR LAMPUNG — Program Studi Pariwisata Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Ethno Tourism Fest 2026 yang dirangkai dengan Seminar Kebudayaan dan Lomba Musik Tradisional Progresif, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat Lantai III Gedung H. Alfian Husin.

Acara tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat komitmen dalam pelestarian budaya sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata.

Ketua Pelaksana Ethno Tourism Fest 2026, Jevon Tobing, mengatakan kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengapresiasi nilai-nilai kearifan lokal melalui pendekatan yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukanlah sesuatu yang kuno. Budaya dapat dikemas secara kreatif dan inovatif sehingga menarik bagi generasi muda. Kami berharap peserta tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pelestari yang mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah Lomba Musik Tradisional Progresif. Kompetisi tersebut menampilkan perpaduan alat musik tradisional dengan sentuhan musikal modern. Penampilan para peserta dinilai menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai lokal yang dimilikinya.

Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata dan Teknologi (FDHPT) IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman yang mendorong mahasiswa berkontribusi langsung dalam pelestarian budaya.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga membangun pengalaman, jejaring, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya. Saya berharap kompetisi ini menjadi ajang kreativitas dan sportivitas dalam melestarikan budaya, sekaligus melahirkan karya-karya inovatif yang membanggakan,” ungkapnya.

Ia juga berharap Ethno Tourism Fest tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat serta berkontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata di Provinsi Lampung.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan pelestarian budaya, penyelenggara berharap Ethno Tourism Fest 2026 dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara sekaligus memperkuat posisi budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata Lampung di tingkat nasional maupun internasional.