Penyanyi Huong Tram menggelar konferensi pers pada siang hari ini untuk mengumumkan video musik terbarunya berjudul Gai Nghe (Gadis Nghe An). Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan rangkaian proyek musik dan kegiatan amal untuk tahun 2026, termasuk konser bertajuk Phao Cuu Sinh (Dayung Penyelamat) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus.
Sejumlah rekan musisi dan figur publik turut hadir memberikan ucapan selamat, di antaranya Pham Anh Duy, Lan Nha, Vo Ha Tram, serta aktor Tran Ngoc Vang.
Di awal acara, Huong Tram menjelaskan alasan penulisan kata “NGHE” dengan huruf kapital dalam nama proyeknya. Menurutnya, ejaan tersebut menyimpan tiga lapis makna: “nghe” sebagai seni—ruang tempat ia lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang mengenalkannya pada dunia seni melalui bimbingan sang ayah; “seniman”—sebutan yang diberikan penggemar kepadanya selama bertahun-tahun; serta Nghe An—daerah yang menumbuhkan kecintaannya pada musik sejak kecil.
Huong Tram menyampaikan bahwa proses pengambilan gambar video musik dilakukan selama tiga hari di Nghe An dengan dukungan banyak warga setempat. Lagu tersebut digubah oleh musisi Ho Hoai Anh dalam waktu sekitar dua jam, dan disebut tidak mengambil bayaran. Sementara sisi visual video musik digarap oleh sutradara Luong Thien Luong.
Salah satu sorotan dalam video musik ini adalah kemunculan Seniman Rakyat Tien Dung, yang merupakan ayah Huong Tram. Ia menceritakan bahwa ayahnya dikenal sebagai seniman yang sukses di kampung halaman lewat lagu-lagu rakyat bergenre Ví dan Giặm, sementara dirinya selama ini lebih menekuni musik pop. Huong Tram menilai benang merah hubungan ayah dan anak itu terletak pada kecintaan terhadap tanah kelahiran serta musik rakyat Ví dan Giặm, yang sejak lama diharapkan sang ayah dapat dibawakan oleh putrinya.
Dalam konferensi pers tersebut, Huong Tram juga menyebut penyanyi Hoang Thuy Linh sebagai panutan yang memelopori perpaduan musik rakyat dengan budaya kontemporer. Ia mengatakan hal itu menjadi salah satu motivasinya dalam menciptakan Gai Nghe.
Sutradara Luong Thien Luong menjelaskan, timnya memprioritaskan eksplorasi identitas dan kepribadian unik Huong Tram sebelum memasukkan unsur budaya daerah ke dalam karya. Ia menyebut sejumlah adegan—seperti memancing, hamparan padang rumput, dan suasana festival—dipilih karena dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat Nghe An, alih-alih menonjolkan simbol budaya kuno. Dari sisi musik, aransemen juga disebut dirombak menjadi lebih bersemangat dibandingkan rancangan awal yang sempat mengarah pada citra Huong Tram yang kerap diasosiasikan dengan lagu-lagu melankolis.
Selain merilis video musik, Huong Tram turut mengumumkan konser bertajuk Lifebuoy yang akan digelar pada Agustus. Menurut tim penyelenggara, sebanyak 1.000 tiket disebut terjual habis dalam waktu singkat. Namun, daftar bintang tamu untuk konser tersebut belum diumumkan.
Di luar agenda musik, Huong Tram memperkenalkan proyek amal bernama Lifebuoy. Ia menyatakan akan menyisihkan sebagian pendapatan dari penampilannya untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama di wilayah terdampak bencana alam. Gagasan ini, menurutnya, muncul setelah keterlibatannya dalam program Vietnamese Family Shelter di Nghe An, ketika ia bersama rekan-rekannya membagikan ribuan pelampung kepada warga setempat.