BERITA TERKINI
Huong Tram Kembali lewat “Gái Nghệ”, Kolaborasi dengan Ho Hoai Anh dan Sentuhan Budaya Nghe Tinh

Huong Tram Kembali lewat “Gái Nghệ”, Kolaborasi dengan Ho Hoai Anh dan Sentuhan Budaya Nghe Tinh

Setelah menjalani masa persiapan, penyanyi Vietnam Huong Tram merilis video musik terbaru berjudul “Gái Nghệ”. Proyek ini melibatkan sejumlah nama di balik layar, mulai dari musisi Ho Hoai Anh sebagai penulis lagu, Ha Quang Minh sebagai penulis lirik, Duong K sebagai penata aransemen, serta Hoang Huy Long yang menangani proses mixing dan mastering.

Berbeda dari balada yang selama ini melekat pada kariernya, “Gái Nghệ” memilih arah musik rakyat kontemporer. Lagu tersebut memadukan unsur pop, elektro, dan rock, dengan lirik yang mencerminkan gaya musik rakyat Nghe Tinh. Huong Tram menyadari pendekatan ini bukan hal baru di pasar musik karena dalam beberapa tahun terakhir banyak artis turut mengeksplorasi elemen budaya rakyat.

Menanggapi pertanyaan soal tekanan sebagai “pendatang baru” dalam jalur musik tersebut, Huong Tram menyebut dirinya sebagai penerus yang melanjutkan warisan para pendahulu dan juga apa yang telah dilakukan ayahnya sejak lama. Ia menegaskan tidak mengklaim sebagai pencetus tren, tetapi ingin terus melanjutkan dan memperbaiki karyanya dari waktu ke waktu.

Salah satu bagian yang menonjol dalam video musik ini adalah kemunculan Seniman Rakyat Tiến Dũng dalam segmen nyanyian rakyat. Menurut Huong Tram, kehadiran tersebut bukan sekadar penampilan tamu, melainkan cara untuk menghubungkan kisah keluarganya dengan karya musik yang ia rilis.

Huong Tram menjelaskan bahwa gagasan “Gái Nghệ” berawal dari saran ayahnya, Tiến Dũng, yang telah lama berkecimpung dalam genre musik rakyat Ví Giặm. Ia mengingat pesan ayahnya agar suatu hari melakukan sesuatu—sekecil apa pun—sebagai bentuk rasa terima kasih kepada tanah kelahiran.

Meski demikian, Huong Tram mengatakan ia tidak langsung mengerjakan proyek itu setelah mendengar nasihat tersebut. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melakukan riset hingga merasa cukup percaya diri mengeksplorasi unsur budaya daerah asalnya. Dalam prosesnya, Tiến Dũng juga disebut memberi dukungan.

Huong Tram menilai dirinya teliti, terutama saat berurusan dengan tema budaya. Ia menyebut ayahnya pernah membuat video musik bertema lagu rakyat dan melodi tradisional pada era 2000-an, yang menurutnya memberi kekuatan dalam perjalanan kreatifnya. Ia baru memutuskan memproduksi video musik ketika merasa telah memiliki jawaban yang dibutuhkan dan musiknya menemukan momentum yang tepat.

Dalam kerja sama dengan Ho Hoai Anh, Huong Tram mengungkapkan prosesnya berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Ia menyebut lagu itu rampung sekitar dua jam setelah ia menyampaikan ide. Bagi Huong Tram, kecepatan tersebut berkaitan dengan koneksi emosional yang sudah terbentuk, bukan semata-mata karena terburu-buru.

Sebelumnya, Huong Tram dikenal lewat lagu-lagu balada yang menuntut teknik vokal tinggi seperti “Em Gái Mưa”, “Duyên Mình Lỡ”, dan “Cho Em Gần Anh Thêm Chút Nữa”. Melalui “Gái Nghệ”, ia menunjukkan eksperimen pada arah musik sekaligus citra.

Lirik “Gái Nghệ” dibangun dari gaya nyanyian rakyat Nghe An dan memanfaatkan ungkapan sehari-hari. Lagu ini juga mengambil inspirasi dari pepatah rakyat tentang jalan menuju Nghe An yang berkelok-kelok untuk membangun citra tokoh perempuan, dengan pesan utama berupa kontras antara “jalan yang berkelok-kelok” dan kelugasan perasaan sang tokoh.

Video musik “Gái Nghệ” direkam di sejumlah lokasi di Nghe An, termasuk Pasar Vinh, kawasan perumahan lama, dan stadion. Berbagai detail kehidupan lokal turut ditampilkan, seperti becak, tikar bermotif bunga, kursi plastik, hingga jersey Klub Song Lam Nghe An.

Alih-alih menonjolkan nostalgia semata, tim produksi memilih memadukan elemen keseharian dengan bahasa mode modern dan penataan panggung. Koreografi dibangun dengan formasi besar dan gerakan tegas untuk menciptakan kontras dengan citra tradisional.

Menurut Huong Tram, judul “Gái Nghệ” memiliki tiga lapisan makna. “Nghệ” merujuk pada Nghe An sebagai kampung halamannya, sekaligus dapat dimaknai sebagai “seniman” yang menggambarkan jalur yang sedang ia tempuh. Selain itu, judul tersebut juga mengacu pada “seni” sebagai nilai yang ia sebut diwariskan dalam keluarganya yang lekat dengan tradisi musik rakyat.

Huong Tram menyatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya ia secara langsung mengeksplorasi identitas kampung halamannya dalam sebuah proyek musik, setelah bertahun-tahun berkarier di industri. Ia menempatkan langkah ini sebagai perjalanan melanjutkan nilai budaya yang ada dan mengekspresikan kecintaan pada tanah kelahiran melalui musik, sejalan dengan kecenderungan sejumlah seniman Vietnam yang belakangan menggarap musik bernuansa budaya lokal.

Sambutan penonton terhadap “Gái Nghệ” menjadi tolok ukur awal bagi arah baru Huong Tram, setelah periode ketika ia lebih banyak berkarya di luar negeri dan perlahan kembali ke pasar musik domestik.