Vokalis Shaggydog, Heru Wahyono alias Heruwa, merilis lagu kolaborasi bersama musisi Ole (almarhum) berjudul Dipajak!. Single tersebut lahir dari rangkaian diskusi panjang yang melibatkan Heruwa, Ole, dan kawan-kawan satu tongkrongan.
Proses kreatif Dipajak! berangkat dari kebiasaan mereka bertukar pikiran serta mencermati berbagai pernyataan dan wacana kebijakan yang bergulir sepanjang tahun lalu. Sejumlah isu itu sempat memicu perdebatan hangat di masyarakat karena dinilai menyentuh banyak aspek kehidupan sehari-hari. Ruang diskusi dan keresahan bersama tersebut kemudian dikonversikan menjadi karya musik.
Melalui lirik “Di mana bumi dipijak, di situ kita dipajak,” duet Heruwa dan Ole mencoba memotret dinamika dalam tatanan peradaban dengan pendekatan yang kasual dan ringan, disertai nuansa jenaka. Lagu ini juga disebut sebagai refleksi sosial atas dinamika kebijakan ekonomi serta perbincangan mengenai perpajakan yang ramai di tengah masyarakat.
Dari sisi musikal, Dipajak! mengusung genre fusion dengan aransemen yang kaya dan bertenaga. Lagu ini memadukan ketukan ritmis funk, vokal bernuansa soulful, serta energi dari sentuhan rock, dengan brass section yang dinamis untuk menghadirkan warna yang fun dan enerjik.
Heruwa menyampaikan bahwa membayar pajak merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun bangsa dan menjalankan roda peradaban. Namun, sebagai seniman, ia juga menilai dinamika diskusi yang berkembang di masyarakat menarik untuk diabadikan dalam bentuk karya musik. “Membayar pajak adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk membangun bangsa dan menjalankan roda peradaban. Namun, sebagai seniman, kami juga melihat bagaimana dinamika diskusi di masyarakat sangat menarik untuk diabadikan ke dalam sebuah karya musik. Lagu ini adalah potret kemanusiaan tentang bagaimana kita semua bersama-sama beradaptasi,” ungkap Heruwa.
Dalam proses rekaman Dipajak!, Heruwa turut melibatkan sejumlah musisi di sekitarnya.