Gedebage Jazz Festival (GJF) International 2026 menghadirkan pengalaman menonton jazz dengan suasana yang berbeda di Summarecon Mall Bandung (SUMMABA). Panggung utama yang berlokasi di Sawarga Courtyard disebut memberi kesan ala Eropa sejak pandangan pertama, berkat dinding bata merah yang kokoh dan rancangan ruang terbuka yang menyatu dengan atmosfer musik.
Sawarga Courtyard berada di area tengah mal dan difungsikan sebagai ruang terbuka untuk konser. Dengan luas sekitar 3.600 meter persegi, kawasan ini mengusung konsep taman tropis bergaya Eropa. Visual arsitekturnya membuat sebagian penonton merasakan sensasi seperti berada di bangunan bersejarah, sekaligus memperkuat nuansa festival jazz yang digelar tahunan tersebut.
Penyelenggaraan GJF tahun ini juga dinilai menunjukkan peningkatan skala dengan menghadirkan musisi dari berbagai negara. Sejumlah nama yang tampil antara lain Takahiro Miyazaki dari Jepang, Andrea Cui dari Singapura, Julian Chan dari Malaysia, serta Jazzbois dari Hungaria.
Festival ini tidak hanya menampilkan penampilan panggung, tetapi juga menekankan pertemuan kreatif lintas budaya melalui kolaborasi musisi internasional dan musisi Indonesia. Salah satu kolaborasi yang disebut terjadi adalah dialog musikal antara permainan saksofon Takahiro Miyazaki dengan para personel supergroup TRIO B.A.E, yang terdiri dari Barry Likumahuwa (bass), Andre Dinuth (gitar), dan Echa Soemantri (drum).
Kolaborasi lain yang menjadi sorotan adalah tampilnya Sydney Reunion bersama Indra Lesmana. Penampilan ini disebut sebagai reuni eksklusif yang mempertemukan kembali Indra dengan sahabat-sahabat musikalnya dari Australia—Dale Barlow (saksofon/flute), Steve Hunter (bass), dan Andrew “Andy” Gander (drum/perkusi)—serta menjadi kali pertama mereka tampil bersama di Indonesia.
Dalam penampilan yang digelar setelah matahari terbenam, Indra Lesmana sempat berkelakar mengenai respons penonton saat disapa pada awal pertunjukan. Ia menyinggung kemungkinan musik yang mereka bawakan terasa tidak mudah dinikmati semua orang, mengingat warna jazz fusion yang mereka usung dikenal memiliki struktur yang lebih kompleks.
Di luar konser, GJF International 2026 juga disebut berupaya menghidupkan ekosistem musik secara lebih utuh. Program yang dihadirkan mencakup masterclass, pasar komunitas, serta ruang regenerasi, yang menempatkan festival ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan juga ruang pertemuan, pembelajaran, dan pengembangan bagi komunitas musik.