Musik dari Teater Musikal Keumalahayati kini resmi dapat dinikmati di luar panggung melalui album digital. Gema Citra Nusantara (GCN) bersama BSS Records meluncurkan Keumalahayati: Original Cast Recording dalam konferensi pers dan acara peluncuran di Paviliun Raden Saleh, Hotel ARTOTEL Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Album ini memuat 16 lagu orisinal yang selama pementasan menjadi penggerak emosi cerita. Seluruh komposisi ditulis oleh Leodet, dengan lirik karya Andi Hidayat. Sebelumnya, lagu-lagu tersebut hanya dapat didengar saat pertunjukan berlangsung.
Executive Producer Teater Musikal Keumalahayati, Mira M. Arismunandar, mengatakan gagasan merilis album sudah muncul sejak awal proses produksi. Menurutnya, respons penonton terhadap musik dan lagu dalam pertunjukan menjadi salah satu pendorong utama.
“Setiap kali menyaksikan pertunjukan, saya selalu melihat bagaimana musik-musik ini mampu menyentuh emosi penonton. Banyak yang menyampaikan bahwa lagunya sangat bagus dan membekas. Dari situlah muncul keinginan agar karya-karya ini bisa dinikmati masyarakat lebih luas, tidak hanya saat pertunjukan berlangsung,” ujar Mira.
Mira menambahkan, keyakinannya semakin kuat setelah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan seni, termasuk pujian dari seorang maestro seni terhadap kualitas musik dalam pertunjukan tersebut. Ia menekankan, peluncuran album ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan bagi para kreator di balik panggung, seperti komposer, penulis lirik, dan musisi.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Indonesia memiliki komposer dan penulis lirik yang luar biasa. Musik-musik ini terlalu sayang jika hanya hidup di panggung. Sudah saatnya bisa didengarkan lebih luas,” kata Mira.
Komposer Leodet menyebut keterlibatannya dalam produksi ini sebagai sebuah kehormatan. Ia menjelaskan proses kreatif dilakukan secara intens bersama penulis naskah dan penulis lirik sejak tahap awal pengembangan cerita. Menurutnya, tiap lagu lahir dari kebutuhan dramatik adegan dan disusun bertahap, mulai dari pengembangan cerita, penulisan treatment, pembuatan komposisi, hingga penyusunan lirik agar selaras dengan struktur musikal serta emosi yang dibangun.
“Merupakan kehormatan bagi saya dipercaya menjadi komposer dalam Teater Musikal Keumalahayati. Saya berharap lagu-lagu ini dapat terus hidup, dinikmati masyarakat luas, dan menjadi bagian dari perjalanan seni pertunjukan Indonesia,” ujar Leodet.
Penulis lirik Andi Hidayat mengungkapkan tantangan terbesar dalam prosesnya adalah menyelaraskan kekuatan cerita dengan struktur musik yang sudah lebih dulu dibuat. Ia juga berupaya menjaga nuansa sejarah dalam lirik dengan menghindari diksi modern agar tetap dekat dengan konteks zaman Keumalahayati.
“Yang paling menantang adalah menjaga agar setiap kalimat tetap puitis, sesuai cerita, dan pas dengan struktur musik yang sangat ketat. Semua harus berjalan seimbang,” jelas Andi.
Peluncuran album ini turut menjadi penghormatan bagi almarhum Bens Leo, yang semasa hidup menjabat sebagai Dewan Penasihat Yayasan Gema Citra Nusantara dan dikenal mendukung berbagai karya seni yang diproduksi GCN. Dewan Penasihat GCN, Dicky Suryanatamihardja, mengenang Bens Leo sebagai sosok yang konsisten mendampingi perjalanan organisasi, sekaligus membantu membuka jejaring dan memberi masukan.
“Beliau selalu siap membantu kapan pun dibutuhkan. Dukungan dan kepeduliannya terhadap perkembangan seni dan musik Indonesia sangat besar. Kami merasa kehilangan, tetapi semangat yang beliau tinggalkan akan terus kami lanjutkan,” ujar Dicky.
Keumalahayati: Original Cast Recording dibawakan oleh para pemeran asli Teater Musikal Keumalahayati, di antaranya Karissa Soerjanatamihardja, Haikal Baron, Teuku Rifnu Wikana, Junio Fernandes, Kamal Nasuti, Dimas Amboro, Beyon Destiano, Yan Wibisono, Nanda Dian Utami, Kartika Desma, Marcella Azzahra, Kyrana Soerjanatamihardja, Karina Abelinda, Tirta Permadi, Kaifa Untsa Demir, La Tanha, serta anggota Gema Citra Nusantara lainnya.
Karissa Soerjanatamihardja yang memerankan tokoh Keumalahayati menyebut proses produksi sebagai pengalaman berharga. Ia menuturkan harus melewati rangkaian panjang, mulai dari audisi, pelatihan vokal, hingga pendalaman karakter yang sebelumnya belum pernah dijalani secara intens.
“Ini pengalaman yang sangat baru buat saya. Saya belajar banyak hal, mulai dari akting, memahami karakter, sampai bagaimana menghubungkan emosi dengan lagu yang dinyanyikan. Prosesnya tidak mudah, tetapi sangat berkesan,” ungkap Karissa.
Teuku Rifnu Wikana, yang berperan sebagai Sultan sekaligus terlibat sebagai sutradara, menilai kekuatan utama Keumalahayati terletak pada kolaborasi seluruh tim kreatif. Ia menyebut naskah, lirik, musik, dan para pemain yang dibentuk melalui proses pelatihan panjang menjadi elemen yang saling menguatkan.
“Yang membuat pertunjukan ini terasa kuat adalah karena semua elemen bekerja bersama. Musiknya luar biasa, liriknya kuat, dan para pemain tumbuh bersama prosesnya. Karena itu saya merasa karya ini memang layak untuk terus hidup melalui album rekaman ini,” kata Teuku Rifnu Wikana.
Seluruh lagu dalam album Keumalahayati: Original Cast Recording tersedia di berbagai platform musik digital sejak 27 Juni 2026 pukul 00.00 WIB, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music, serta layanan streaming lain yang didistribusikan oleh BSS Records.