Festival SUARAGA akan digelar di Taman Balekambang, Solo, pada 4–5 Juli 2026. Mengusung tema “Pagi untuk Raga, Malam untuk Suara”, acara ini memadukan musik, kebugaran, budaya, kreativitas, dan aktivitas komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Solo sebagai kota wellness atau Wellness City pada 2030.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyatakan SUARAGA tidak sekadar menjadi festival hiburan, melainkan langkah awal membangun identitas baru Kota Solo yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Jawa. “SUARAGA ini hadir untuk Kota Solo, membangun brand Solo sebagai Wellness City pada 2030. Festival ini mempertemukan suara, raga, dan karya dengan nilai-nilai budaya Jawa,” ujar Respati, Senin (29/6/2026).
Dalam penyelenggaraannya, SUARAGA mengusung tiga unsur utama: suara, raga, dan karya. Unsur raga dihadirkan melalui berbagai aktivitas kebugaran, mulai dari yoga, mat pilates, Senam Kesegaran Jasmani, dance cardio, hingga pengalaman wellness. Unsur karya ditampilkan melalui instalasi seni, pasar kreatif, kuliner, serta keterlibatan sejumlah komunitas. Sementara unsur suara diwujudkan lewat pertunjukan musik yang berlangsung dari sore hingga malam.
Melalui festival ini, Pemerintah Kota Surakarta juga memperkenalkan konsep Jawa Wellness, yakni pendekatan hidup sehat yang tidak hanya menekankan kesehatan fisik, tetapi juga keseimbangan pikiran, jiwa, kehidupan sosial, dan lingkungan. Taman Balekambang dipilih sebagai lokasi acara karena dinilai memiliki ruang hijau yang mendukung aktivitas kebugaran, nilai sejarah yang kuat, serta kedekatan dengan perkembangan seni dan budaya di Solo.
Respati menegaskan penyelenggaraan utama Festival SUARAGA tidak menggunakan anggaran APBD Kota Surakarta secara langsung. Menurutnya, pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi, termasuk koordinasi serta keringanan penggunaan lokasi di Taman Balekambang. “Penyelenggaraan utama SUARAGA tidak menggunakan anggaran APBD secara langsung. Namun, Pemerintah Kota Surakarta memberikan dukungan fasilitasi, termasuk koordinasi dan keringanan penggunaan lokasi di Taman Balekambang,” kata Respati.
Ia berharap SUARAGA dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Solo, mendorong okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner dan ekonomi kreatif, serta berdampak pada peningkatan retribusi dan pendapatan daerah. Pemerintah Kota Surakarta juga menargetkan festival ini menjadi awal lahirnya berbagai acara serupa yang digagas pelaku usaha maupun kreator lokal. “Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. SUARAGA menjadi salah satu milestone atau tonggak awal menuju Solo sebagai Wellness City 2030,” ujarnya.
Di sisi hiburan, SUARAGA menghadirkan deretan musisi nasional. Pada hari pertama, panggung musik akan diisi Barasuara, Nadhif Basalamah, SORE, Silampukau, serta Man Osman bersama Traffic Jam dalam Special Keroncong Set. Hari kedua menampilkan MALIQ & D’Essentials, ALI, FSTVLST, Fanny Soegi, dan UCUPOP.
Selain konser, rangkaian olahraga dan wellness turut menghadirkan sejumlah figur publik, di antaranya Anjasmara, Amanda Tasning, Debbie dan Deecee, Sazou Gautama, Rindu dan Carissa bersama Ify Alyssa, Tari, serta Laila Munaf, Meiske, dan Wulan.
Atsiri Jawa juga dijadwalkan menghadirkan Premium Wellness Experience melalui program Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra yang mengajak pengunjung merasakan pengalaman wellness melalui gerak, rasa, aroma, dan ketenangan. Melalui perpaduan budaya, musik, dan gaya hidup sehat, Solo ingin menunjukkan tradisi Jawa dapat terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.