Kawasan Siring Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dibuat riuh oleh gelaran Festival Musik Jalanan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Selatan. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan rangkaian Bulan Bung Karno 2026.
Festival tersebut menghadirkan 19 peserta yang terdiri dari musisi dan pengamen jalanan asal Banjarmasin dan Banjarbaru. Para peserta menampilkan beragam genre musik dengan karakter masing-masing, yang menarik perhatian ratusan warga di sekitar kawasan siring.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H. M. Syaripuddin atau Bang Dhin, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan partai di tengah masyarakat melalui pendekatan seni dan kebudayaan. Ia menilai peringatan Bulan Bung Karno tidak seharusnya terbatas pada formalitas atau kegiatan seremonial.
“Semangat perjuangan Bung Karno justru harus dihidupkan melalui kegiatan kreatif yang dekat dengan denyut kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Bang Dhin.
Menurutnya, festival ini juga menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan bagi musisi jalanan yang selama ini turut mewarnai dinamika estetika kota. PDI Perjuangan Kalsel, kata dia, ingin memberi ruang yang layak bagi pemusik jalanan untuk tampil, berkarya, dan mendapatkan apresiasi publik.
Respons masyarakat disebut positif. Sejumlah warga mengaku terhibur dan menilai kegiatan bernuansa kerakyatan semacam ini dapat menghadirkan energi positif di ruang publik sekaligus mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
Melihat antusiasme warga, Bang Dhin menyatakan PDI Perjuangan Kalsel berkomitmen menjadikan Festival Musik Jalanan sebagai agenda tahunan dalam rangkaian Bulan Bung Karno. Ia juga menyebut rencana pengembangan kegiatan dengan skala lebih besar, melibatkan lebih banyak musisi jalanan, serta merangkul komunitas anak muda dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Melalui festival ini, PDI Perjuangan Kalsel menyampaikan pesan bahwa partai politik tidak hanya hadir dalam kontestasi politik, tetapi juga berupaya terlibat dalam ruang seni, kreativitas, kebudayaan, dan hiburan rakyat.