BERITA TERKINI
Duo EDM DNA Siap Rilis Album Debut OURORA; Usung 18 Lagu dan Bidik Panggung Internasional

Duo EDM DNA Siap Rilis Album Debut OURORA; Usung 18 Lagu dan Bidik Panggung Internasional

Duo EDM asal Jakarta, DNA yang digawangi JayJax dan Mister Aloy, menggelar exclusive listening party untuk album debut mereka bertajuk OURORA;. Acara dengar bersama ini menjadi pemanasan jelang perilisan penuh album di berbagai platform musik digital pada Jumat, 3 Juli 2026.

Album OURORA; berisi 18 lagu dengan total durasi sekitar 1 jam 48 menit. Melalui rilisan ini, DNA memilih tidak membatasi diri pada satu subgenre musik elektronik. Selain tetap mempertahankan karakter Indo Bounce sebagai identitas, mereka juga mengeksplorasi warna lain seperti techno, dirty dutch, drum and bass, hingga trap.

Dalam jumpa pers di W Super Club Gatsu, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026, JayJax mengatakan pilihan eksplorasi lintas genre tersebut berkaitan dengan ambisi DNA untuk membawa karya mereka ke panggung internasional.

“Mungkin goals kita DNA agak sedikit bisa gua bilang agak tinggi ya. Kita pengen banget main di luar negeri, bawa nama DJ Indonesia ke luar negeri. Itulah kenapa kita enggak buat Indo Bounce dulu. Sudah banyak musisi kayak Whisnu Santika dan yang lain. Tujuan awal DNA itu gimana caranya kita bikin something beda dari DJ-DJ sekarang,” ujar JayJax.

Mister Aloy menyampaikan pandangan serupa. Ia mengakui pendekatan musikal di album ini mungkin tidak sepenuhnya mengikuti selera pasar lokal, namun DNA ingin membangun identitas yang dapat diterima pendengar global.

“Intinya goals kita pengen keluar. Jadi lagu-lagu yang didengar tadi mungkin tidak masuk di kuping Indonesia sebenarnya ya. Jadi kita berusaha saja, walaupun belum tahu kapan, tapi kita berusaha,” kata Aloy.

Makna di balik judul OURORA;

Aloy mengungkapkan proses kelahiran album ini memiliki cerita tersendiri. Ia menyebut sebagian besar materi awal dikerjakan JayJax ketika dirinya belum terlibat penuh dalam proses kreatif.

“Aurora itu albumnya DNA yang dibuat oleh Jay tanpa sepengetahuan gua dari awal. Jadi awal pembuatan album ini gua tidak ada di grup. Jadi gua tidak ada di grup dan itu oh itu sempat jadi pembahasan masalah juga sih sebenarnya. Gua iri tuh, ‘Kok gua enggak ada di grup ini banget?’ dari awal pembuatan lagu. Tapi uniknya Aurora ini, jadinya nama album dan jadi banyak banget kolaboratornya,” ungkap Aloy.

Menurut Aloy, nama OURORA; merupakan gagasan PARKZ, yang juga dikenal sebagai MC pendamping DNA saat tampil. Kata “Aurora” dipilih karena melambangkan keberagaman warna, sementara “Our” disisipkan sebagai simbol kebersamaan tim yang membangun DNA. Tanda titik koma di akhir judul dimaknai sebagai sesuatu yang berlanjut.

“Kenapa namanya ini? Dari eksekutif produser kita, PARKZ. Dia memberikan nama ‘Aurora’ yang artinya kayak beragam warna di satu tempat. Nah ‘Our’ itu kan kita, kenapa kita enggak pakai ‘Our-ora’? Jadi kita tuh menjadi macam-macam warna dan diakhiri dengan semikolon (titik dua koma) yang artinya berkelanjutan dan kita masih mau jalan terus,” jelas Aloy.

Artwork album dan simbol perjalanan

Konsep keberagaman tersebut juga diterjemahkan dalam visual album yang dikerjakan ilustrator Elsha Graciella. Aloy menjelaskan, foto latar artwork diambil di Bali sebagai simbol awal perjalanan baru.

“Fotonya diambil di Bali. Matahari (sunset/sunrise) artinya mereka ingin terbit/keluar dari tempat mereka. Tiang listrik yang kusut menggambarkan perjalanan mereka yang tidak mudah. Layang-layang artinya DNA butuh banyak orang untuk menerbangkannya. Ada 17 burung yang melambangkan tim DNA saat itu,” tutur Aloy.

Kolaborasi lintas latar musik

Dalam penggarapannya, DNA melibatkan sejumlah kolaborator. PARKZ berkontribusi sebagai penulis lirik sekaligus pengisi suara di tiga lagu. Konten kreator QoryGore (QG) tampil dalam lagu “Cowok Red Flag” yang memadukan hip-hop dengan sentuhan dangdut pada bagian drop.

Album ini juga menghadirkan kolaborasi dengan rapper asal Bandung SYEQY di lagu “Setengah Jalan”, INDAHKUS dalam trek future house “Second Choice”, serta Reza Arap (YB) di lagu bergenre trap bertajuk “Anomali.”

Melalui OURORA;, DNA berharap dapat memperkenalkan identitas musikal mereka secara lebih luas sekaligus menunjukkan potensi musik elektronik Indonesia untuk bersaing di panggung internasional.