Gitaris Kangen Band, Dodhy, memperkenalkan proyek musik baru bernama Setengah 12. Ia menyebut pembentukan grup ini sebagai langkah untuk menjaga produktivitas dan memastikan dirinya tetap memiliki wadah berkarya di tengah dinamika perjalanan band yang telah membesarkan namanya.
Dodhy menegaskan Setengah 12 tidak dibentuk untuk menggantikan Kangen Band. Ia mengaku tetap mencintai band tersebut dan berharap Kangen Band terus berjalan. Namun, pengalaman ketika Kangen Band sempat vakum membuatnya ingin menyiapkan alternatif agar proses kreatifnya tidak terhenti.
“Saya tetap mencintai Kangen Band dan berharap band ini terus berjalan. Tapi sebagai musisi saya juga harus menyiapkan skoci. Kalau suatu saat ada keadaan yang membuat band vakum, saya tetap punya wadah untuk terus berkarya dan menciptakan lagu,” ujar Dodhy dalam siaran pernyataannya.
Berbeda dari karakter pop melayu yang lekat dengan Kangen Band, Setengah 12 disebut mengusung konsep pop kreatif. Dodhy ingin menyesuaikan aransemen musik dengan perkembangan tren industri musik saat ini.
Nama Setengah 12 dipilih secara spontan. Dodhy menyebut ide tersebut muncul ketika proses rekaman lagu perdana mereka selesai tepat pada pukul 11.30. Karena dianggap ringan dan mudah diingat, waktu itu kemudian dijadikan identitas grup.
Formasi Setengah 12 terdiri dari tiga personel, yakni Dodhy sebagai gitaris sekaligus pencipta lagu, Praha sebagai drummer, serta Mars sebagai vokalis. Mars disebut sebagai aktris berusia 20 tahun yang dipercaya mengisi lini vokal.
Dodhy menilai Mars memiliki potensi besar dalam membawakan karya-karyanya, terutama karena karakter suara yang dianggap khas. Ia juga optimistis perpaduan musikalitas, performa visual, dan karakter personal tiap anggota dapat membentuk identitas kuat bagi Setengah 12.
Sebagai langkah awal, Setengah 12 telah menyiapkan lima lagu. Lagu berjudul “Energi” dipilih sebagai single debut untuk menandai perjalanan mereka.
Seluruh proses produksi dikerjakan secara mandiri melalui perusahaan rekaman milik Dodhy. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga independensi dalam menjalankan visi bermusik.
“Saya percaya Setengah 12 akan menjadi energi baru bagi penikmat musik Indonesia,” tutup Dodhy.