BERITA TERKINI
Disbudpar Berau Gelar Pelatihan Musik Kulintangan di Maratua untuk Regenerasi Pelestari Seni Tradisional

Disbudpar Berau Gelar Pelatihan Musik Kulintangan di Maratua untuk Regenerasi Pelestari Seni Tradisional

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Pelatihan Seni Musik Kulintangan Tahun 2026 di Pendopo Kantor Camat Maratua. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 Juli 2026, ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi.

Pelatihan diikuti puluhan peserta dari empat kampung di Kecamatan Maratua, yaitu Kampung Bohe Silian, Teluk Harapan, Teluk Alulu, dan Payung-Payung. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, sanggar seni, komunitas budaya, hingga masyarakat yang memiliki minat pada musik tradisional.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha, melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Bina Nilai Budaya dan Seni, Nurjatiah, menyatakan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi seni tradisional. Menurutnya, kulintangan tidak hanya dipandang sebagai alat musik, tetapi juga warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, pendidikan, serta identitas masyarakat Berau.

“Melalui pelatihan ini kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus mencetak regenerasi pemain kulintangan agar kesenian ini tetap hidup dan berkembang,” kata Nurjatiah.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Program ini didukung melalui APBD Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2026 pada Program Pengembangan Kesenian Tradisional.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari praktisi seni musik tradisional kulintangan, Sainah. Metode pembelajaran dirancang dengan porsi sekitar 80 persen praktik dan 20 persen teori. Materi mencakup sejarah kulintangan, pengenalan struktur alat musik, teknik dasar memainkan alat, pembagian peran dalam kelompok musik, hingga latihan memainkan aransemen lagu daerah secara bersama-sama.

Di akhir kegiatan, peserta dijadwalkan menjalani evaluasi melalui penampilan bersama sebagai bentuk unjuk kemampuan setelah mengikuti pelatihan selama dua hari.

Disbudpar Berau menargetkan sedikitnya 33 peserta mampu memainkan aransemen lagu daerah menggunakan kulintangan. Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan ini diharapkan memunculkan kelompok-kelompok seni kulintangan baru di Kecamatan Maratua yang dapat tampil dalam berbagai agenda budaya maupun pariwisata.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kecamatan didorong menyusun proposal pengadaan seperangkat alat musik kulintangan serta membentuk kelompok seni di masing-masing kampung. Nurjatiah menambahkan, Bidang Bina Nilai Budaya dan Seni Disbudpar Berau juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program.