Penyanyi Bernadya menghadirkan warna baru dalam album studio keduanya, Semoga Hanya di Mimpi, dengan menggandeng band Perunggu dalam salah satu lagu. Kolaborasi ini disebut kental dengan nuansa musik era awal 2000-an.
Dalam proses kreatif, Bernadya mengaku memberi arahan yang cukup spesifik kepada para personel Perunggu. Ia ingin lagu tersebut terdengar jujur, apa adanya, serta membawa karakter khas musik awal 2000-an yang menurutnya sederhana namun tetap berkesan.
“Iya, aku seneng itu rasanya 2000-an itu kayaknya semuanya tuh enggak terlalu... katrok in a good way gitu loh. Kan semua orang tuh mencoba-coba, semua orang mencoba-coba tapi somehow it feels honest gitu,” ujar Bernadya saat ditemui di Citos, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Menurut Bernadya, kesan musik yang terdengar mentah justru memiliki daya tarik tersendiri. Ia menilai banyak karya pada era tersebut lahir dari proses eksplorasi yang membentuk karakter musik yang jujur.
Vokalis Perunggu, Maul, membenarkan bahwa Bernadya memberikan arahan yang tidak biasa selama produksi. Ia menyebut Bernadya meminta mereka berani mengeksplorasi nuansa yang terdengar “norak” sesuai konsep yang diinginkan.
“Terus waktu pesan dari... satu guideline-nya dari Nadia waktu itu: ‘Bikin sekatro dan senorak-noraknya!’,” kata Maul, disambut tawa.
Maul juga menjelaskan proses pengerjaan lagu berlangsung cepat, disertai banyak diskusi mengenai referensi musik populer awal 2000-an. Personel Perunggu mengaku menjadikan sejumlah program musik televisi sebagai acuan untuk membangun atmosfer lagu.
“Jadi waktu itu patokannya adalah MTV Ampuh, Clear Top 10. Kalau ada yang tau Clear Top 10, nah. Jadi kita bikin playlist aja, lagu-lagu yang muncul di era Clear Top 10 itu diperkirakan tuh seperti apa,” ujarnya.
Bernadya mengatakan ia puas dengan hasil kolaborasi tersebut. Menurutnya, karakter khas Perunggu mampu memberi warna baru pada albumnya tanpa menghilangkan identitas musik yang selama ini ia bangun.
Ia juga menyebut Perunggu sangat suportif sejak awal kariernya. “Aku selalu ingin lah berkolaborasi sama kakak-kakak, om-om Perunggu ini. Karena mereka ini sangat baik, mereka tuh suportif banget dari awal aku rilis EP,” pungkas Bernadya.