BERITA TERKINI
Arief Yahya Nilai KEK Tanjung Lesung Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Baru Banten dan Destinasi Wellness Premium

Arief Yahya Nilai KEK Tanjung Lesung Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Baru Banten dan Destinasi Wellness Premium

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten. Selain mengandalkan sektor pariwisata, kawasan seluas sekitar 1.500 hektare itu juga diproyeksikan menjadi penggerak investasi di bidang properti, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata periode 2014–2019 Arief Yahya mengatakan Tanjung Lesung telah memasuki fase baru setelah sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau “10 Bali Baru”. Menurutnya, peningkatan konektivitas dan status sebagai KEK Pariwisata menjadi modal penting untuk mendorong kawasan tersebut menjadi destinasi berkelas dunia.

“Dengan semakin baiknya konektivitas, Tanjung Lesung memasuki fase baru, bukan lagi sekadar destinasi wisata prioritas, melainkan sebuah kawasan ekonomi yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja dalam skala besar,” kata Arief Yahya kepada redaksi INDUSTRY.co.id di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Arief menjelaskan, pengembangan destinasi kelas dunia perlu bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu atraksi, akses, dan amenitas. Dari sisi atraksi, Tanjung Lesung disebut memiliki keunggulan berupa garis pantai berpasir putih sepanjang sekitar 15 kilometer, panorama Selat Sunda, serta kedekatan dengan Gunung Krakatau dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Ia menambahkan, kawasan itu menawarkan beragam aktivitas wisata, mulai dari olahraga air, snorkeling, dan diving, hingga wisata budaya dan petualangan. Keberadaan kawasan konservasi di sekitarnya juga dinilai memperkuat citra Tanjung Lesung sebagai destinasi berbasis alam dan keberlanjutan.

Dari sisi aksesibilitas, penyelesaian Jalan Tol Serang–Panimbang dipandang sebagai faktor pengubah permainan karena memangkas waktu tempuh dari Jakarta menjadi sekitar dua hingga tiga jam. Pengembangan akses laut dan moda transportasi lainnya juga diyakini dapat meningkatkan daya saing kawasan tersebut.

Sementara dari aspek amenitas, Tanjung Lesung telah dilengkapi fasilitas penunjang seperti hotel, resor, vila, beach club, dan marina. Potensi pengembangan taman hiburan hingga pusat kesehatan juga dinilai terbuka, ditambah berbagai insentif fiskal serta kemudahan investasi yang diberikan pemerintah.

“Ketika ketiga unsur tersebut berkembang secara seimbang, Tanjung Lesung berpotensi menjadi destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi pusat investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten,” ujar Arief.

Lebih jauh, Arief mendukung gagasan pendiri Jababeka sekaligus Presiden Direktur PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, yang memproyeksikan Tanjung Lesung sebagai Premium Wellness Destination. Menurut Arief, tren global bergerak menuju era longevity economy, ketika populasi lanjut usia yang sehat dan memiliki daya beli tinggi mencari destinasi yang mendukung kualitas hidup lebih baik.

“Tanjung Lesung memiliki hampir semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wellness kelas premium,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah keunggulan yang dinilai mendukung arah tersebut, antara lain lingkungan alami dengan udara bersih, iklim tropis yang nyaman sepanjang tahun, kedekatan dengan Jakarta dan pasar internasional, biaya hidup yang kompetitif, serta potensi pengembangan fasilitas kesehatan, spa, anti-aging, rehabilitasi, hingga komunitas senior premium.

Arief menilai Tanjung Lesung berpeluang membangun posisi berbeda dibanding Bali. Jika Bali dikenal sebagai destinasi budaya dan rekreasi, Tanjung Lesung disebut dapat berkembang menjadi “Indonesia’s Next Premium Wellness & Longevity Destination”.

“Tanjung Lesung bukan sekadar kawasan wisata. Ia adalah simbol transformasi ekonomi Banten dan Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur, status KEK, serta visi yang jelas sebagai destinasi kelas dunia dan pusat wellness premium, Tanjung Lesung memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Banten,” kata Arief.