BERITA TERKINI
Anak-anak YPAC Solo Tampil Bermusik di CFD Slamet Riyadi, Bangun Percaya Diri dan Lawan Stigma

Anak-anak YPAC Solo Tampil Bermusik di CFD Slamet Riyadi, Bangun Percaya Diri dan Lawan Stigma

Sejumlah anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo menarik perhatian pengunjung Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Minggu (28/6/2026), lewat penampilan musik di ruang publik.

Dengan percaya diri, mereka memainkan beragam alat musik seperti kibor, perkusi, dan bas. Mereka juga bernyanyi membawakan sejumlah lagu, mulai dari lagu nasional Hamba Menyanyi karya R Sutedjo hingga lagu-lagu populer.

Dalam penampilan tersebut, anak-anak YPAC Solo turut membawakan lagu bernuansa reggae Di Sayidan dari Shaggydog serta lagu klasik Barat You Are My Sunshine.

Koordinator Minat dan Bakat Anak YPAC Solo, Sugian Noor, mengatakan kegiatan itu merupakan program rutin yang digelar setiap pekan di akhir bulan. Menurutnya, penampilan di ruang publik menjadi bagian dari upaya membangun mental dan rasa percaya diri anak-anak.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan sebagai bagian dari edukasi untuk membangun mental anak. Kami menyadari bahwa penyandang disabilitas seringkali merasa minder,” kata Sugian.

Sugian menilai musik dapat menjadi media untuk membantu anak-anak difabel berdamai dengan diri sendiri dan lebih terbuka dengan lingkungan. Ia menyebut kesempatan tampil di depan umum mendorong anak yang sebelumnya cenderung menutup diri menjadi lebih berani.

“Melalui musik, kami dorong mereka untuk tampil di depan umum sehingga anak yang tadinya menutup diri perlahan bisa menjadi lebih terbuka,” ujarnya.

Ia menambahkan, penampilan tersebut juga dimaksudkan untuk meruntuhkan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat terhadap penyandang disabilitas, termasuk anggapan bahwa mereka tidak produktif dan tidak berdaya.

“Selama ini masyarakat masih memiliki pandangan miring terhadap penyandang disabilitas, seolah mereka sosok yang tidak bisa apa-apa atau tidak produktif. Di sini saya ingin menunjukkan bahwa pandangan itu keliru. Jika ditempatkan di wadah yang tepat, mereka memiliki potensi besar untuk berguna,” tegasnya.

Sugian juga terus memotivasi anak-anak didiknya agar tidak menjadikan keterbatasan fisik sebagai penghalang untuk berkarya. Ia menekankan pentingnya pola pikir positif dan keberanian untuk terus mencoba.

“Saya tidak pernah bosan mengingatkan mereka untuk tidak berkecil hati. Meski memiliki keterbatasan, itu bukanlah alasan bagi mereka untuk berhenti berbuat sesuatu. Penampilan hari ini adalah bukti nyata bahwa mereka mampu berkarya,” katanya.